Persimpangan Simpul

25 7 2
                                        


Di antara jutaan langkah kaki yang bersilangan setiap harinya, alam semesta memiliki caranya sendiri untuk membuktikan bahwa logika kerap kali bertekuk lutut di hadapan takdir

Katanya...benang merah yang mengikat dua jiwa bisa membentang sejauh apa pun, terbelit oleh waktu, atau tersimpul oleh jarak, tetapi tidak akan pernah putus.

Ia bekerja layaknya kompas alami
tak peduli seberapa keras seseorang berusaha berjalan ke arah yang berlawanan, jarumnya akan selalu menunjuk pada tempat yang sama.

Takdir cinta bukan sekadar urutan peristiwa acak yang kebetulan bertepatan.

Ia seperti gravitasi yang tak kasat mata semakin kuat kita mencoba melompat menjauh, semakin dahsyat ia menarik kita kembali ke pusatnya.

Takdir tidak butuh kata-kata manis untuk membuktikan keberadaannya.

Ia bekerja dalam sunyi, merajut simpul-simpul kecil melalui pandangan mata yang tertahan, jeda napas yang mendadak berat, hingga desiran aneh di dalam dada yang menolak segala jenis penjelasan ilmiah.

Takdir adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak pernah bisa dibohongi oleh pikiran manusia setajam apa pun.

Namun bagi Perth, semua itu hanyalah dongeng sentimental tanpa dasar.

Ia adalah seorang pria yang menggantungkan hidupnya pada kepastian angka, fakta dan alasan yang rasional.

Menurut nya, tidak ada hal di dunia ini yang terjadi tanpa sebab yang jelas, dan cinta yang diatur oleh takdir adalah gagasan paling konyol yang pernah ada.

​Sayangnya, benang merah itu tidak pernah meminta izin untuk bekerja.

​Sore itu, di tengah riuk-pikuk kedai kopi yang riuh oleh suara hujan, Perth membiarkan pandangannya terpaku pada sosok asing di sudut ruangan.

Seorang pemuda yang tak dikenalinya tengah tersenyum tipis sambil menyesap minumannya. Tidak ada yang istimewa dari momen itu, sampai akhirnya pandangan mereka saling bertaut.

​Dalam seper detik, ada getaran halus yang tercipta.

Sebuah resonansi samar yang tak mampu dijelaskan oleh logika Perth.

Seperti dua garpu tala yang disetel pada frekuensi yang sama, dadanya mendadak berdesir tanpa alasan.

Detik itulah, untuk pertama kalinya, jarum kompas dalam hidup Perth bergetar dan menunjuk dengan presisi pada sosok Santa.

Sementara dari sudut ruangan yang berseberangan, Santa merasakan getaran yang persis sama.

​Bagi Santa, dunia selalu bergerak terlalu cepat dan kerap memberi kekecewaan.

Berulang kali gagal dalam audisi dan selalu kandas dalam urusan asmara membuat Santa memandang hidup dengan cynicism yang dingin.

Ia tidak percaya pada konsep takdir, dongeng benang merah, atau janji-janji manis tentang seseorang yang diciptakan khusus untuknya.

Baginya, berharap pada takdir hanya akan membuka pintu bagi rasa sakit yang baru.

​Namun, sore itu, ketika ia menyesap cangkirnya sembari menatap rinai hujan di balik kaca, fokusnya teralih begitu saja.

​Di antara deretan kursi yang terisi penuh, mata Santa mendapati sosok Perth yang sedang berdiri.

Ada aura tegas, dingin, dan penuh kendali yang memancar dari pria itu.

Santa berniat mengalihkan pandangannya menganggap pria itu hanya pengunjung biasa sampai akhirnya Perth menoleh, dan mata mereka saling mengunci.

​Zap.

SIMPUL YANG BELUM SELESAI _ PERTHSANTA Stories to obsess over. Discover now