Para pelajar plenger

0 0 0
                                        


Di suatu SMA SWASTA dengan nama SMA ADIYAKSA SETIA.

Di kala suasana hendak pulang sekolah, di saat semua sedang bersiap pulang.

Seorang siswa yang bernama antasena yang sedang membereskan tas nya tiba tiba di ajak oleh teman teman nya.

"Yo sen lu mau ikut ga ?" Tanya salah satu dari tiga teman nya.

"Kemana sas ?" Tanya lagi sena.

"kita mie ayaman"jawab teman nya yang bernama sastra.

Sena pun merenung sejenak.

".Hmm boleh tuh, udah lama juga ga makan mie ayam teh Yanti ". Jawab sena.

"Sip gaskenlah, teh Yanti we are coming. Anjay "kata teman Darius yang bernama garens

"Sok inggris bet lu gar" kata satu teman sena lainnya yang bernama dewa.

" Hey hey hey,Ini bukan sok inggris tapi ini adalah penerapan pelajaran yang baru kita pelajari anjay" jawab garens.

"penerapan pelajaran ceunah"kata sastra.

"Udah Udah cepet woi, ntar keburu ke abisan lagi mie ayamnya. " kata Sena yang menghentikan pembicaraan.

"Ya udah buruan." Kata sastra

Mereka berempat pun bergegas pergi dari sekolah dan menuju ke tempat kedai mie ayam teh Yanti.

Suara bising motor dan klason mobil menemani perjalanan mereka berempat.

Di jalan yang penuh debu dan panas matahari.

mereka berempat bertemu dengan sekumpulan siswi dari SMA lain.

Para siswi itu berjumlah 5 orang, yang seperti nya sedang menunggu angkot atau ojol yang akan menjemput mereka.

Suasana para siswi itu hangat mereka berlima saling mengobrol dan bersenda gurau namun ketika mereka melihat rombongan Sena suasananya mendadak berubah.

Mereka yang awalnya mengobrol,saling memperingati teman temannya untuk diam membisu, mereka menepi dari jalan seolah olah menyuruh rombongan Sena untuk lewat secepat mungkin.

Sena dan teman teman nya pun lewat tanpa peduli dan cuek saja.

Setelah melihat rombongan Sena lewat para siswi itu langsung membicarakan mereka dengan berbisik bisik.

Dan beberapa dari omongan mereka terdengar oleh sastra yang berada di barisan belakang.

"Haa, perasaan kita ga ngapa-ngapain " keluhan sastra sembari menarik nafas panjang

"Resiko sas,lu sekolah di sekolah buangan"
Kata dewa tanpa basa-basi.

"Ya kan maksud gua kan ga semua loh dew" kembali kata sastra.

"Image sekolah kita kan emang jelek sas, hampir tiap bulan ada aja yang tawuran,alumni sekolah kita jarang yang masuk kampus yang bagus." Kata dewa dengan fakta seterang mungkin.

"Ya emang gua terima fakta itu tapi yang bikin gua agak kesel, mereka tadi itu lagi ngebahas novel gua dan mereka suka gitu ,pas tadi kita lewat udahlah gua males jelasin nya." Keluh sastra.

"Ya udah berarti lu butuh asupan mie ayam itu, ayo cepetan"kata garens

Mereka pun melanjutkan perjalanan tanpa peduli dengan apa yang telah berlalu.

Sesampainya di tempat mie ayam teh Yanti yang berada di dalam gang.

"Hah abis" kata garens yang terkejut.

"Iya tadi ada yang borong " jawab teh Yanti.

"Astaga " kecewa garens.

"Siapa yang borong teh" tanya Sena.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 09 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Asmara Antasena Stories to obsess over. Discover now