Aku, Mama, dan Papa

247 43 18
                                        

Namaku Nala. Nala Wijaya. Aku suka buah. Aku juga suka nasi goreng, apalagi nasi goreng buatan Mama!

Umurku sekarang... emm... satu, dua, empat... ah, lima tahun!

Aku tidak mau sombong... tapi, aku sudah bisa membaca walau belum masuk sekolah, lho! Mama yang mengajari Nala membaca dan menulis.

Katanya, biar Nala bisa baca buku apa saja tanpa Mama.

Aku mau! Aku mau sekali banyak membaca buku tanpa bantuan.

Ini aku, hihi!

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ini aku, hihi!

Kata Papa, aku cantik. Kata Mama, aku jelita, apa perbedaannya? Papa bilang, cantik dan jelita itu sama saja, sama halnya seperti juwita.

Eh, bukannya Juwita itu nama Mama? Aku masih tidak tahu apa persamaannya.

Itu boneka kesayangan ku, namanya Mimu. Menurutku, Mimu suka warna merah muda. Bajunya merah muda, telinganya merah muda, pipinya, bahkan mulutnya juga merah muda.

Kenapa kulitnya tidak merah muda juga, ya? Hihihi !

Papa pasti akan tertawa jika melihat Mimu menjadi berwarna merah muda.

Papa pasti akan tertawa jika melihat Mimu menjadi berwarna merah muda

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ini Mama!
Mama Nala yang paaaling cantik.

Nama Mama itu Juwita Liem, tapi karena sudah menikah, namanya berubah menjadi Juwita Wijaya. Begitu kata Papa.

Mama baik sekali, tapi kalau sudah marah, Papa yang mukanya galak saja sudah kalah dengan marahnya Mama.

Kata Papa, dulunya Mama model terkenal. Aku tidak tahu apa itu model. Mama bilang model itu kerjanya berpose di depan kamera.

Oh, aku pernah lihat di majalah favorit Mama. Di sana banyak orang-orang berpose aneh, tapi terlihat keren.

Wajar saja Mama dulu menjadi model. Mama cantik sekali. Kulitnya halus, kalau sedang menyisir rambut di depan kaca, aku suka ikut melihat. Rambut Mama panjang dan belok-belok. Aku suka sekali dengan rambut Mama.

Karena suka ikut melihat, rambutku jadi sering disisir oleh Mama sebelum tidur. Tangan Mama harum, aku juga suka.

Kalau aku besar nanti, aku mau rambutku belok-belok seperti Mama.

Kalau aku besar nanti, aku mau rambutku belok-belok seperti Mama

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ini Papa!
Papa Nala yang paaaling keren. Tapi narsis.

Nama Papa, Jonathan Wijaya. Tapi Mama lebih suka panggil Papa dengan sebutan Jo.

"Jo, tolong carikan aku kain flanel."
"Jo, jangan pulang terlambat."
"Jo."
"Jo, Nala jangan diajari seperti itu."
"Jonathan."

Nah, kalau yang terakhir itu, artinya Mama sedang marah kepada Papa. Dan pasti Papa langsung pasang wajah berpura-pura lesu.

Muka galak, tapi penakut. Aneh.

Papa bekerja, kok. Tapi lebih sering bekerja di rumah. Katanya, Papa itu pendiri restoran mewah. Aku tidak tahu pekerjaan pendiri restoran itu apa, tapi sepertinya Papa cukup sering bekerja di depan laptop.

Papa menyenangkan sekali! Aku senang jika diajak bermain bersama Papa. Papa lucu, suka membuat ku tertawa sampai ditegur Mama. Kadang Papa suka menggendong ku ke kamar kalau aku sudah mengantuk.

Tidurku jadi makin lelap kalau digendong Papa.

Aku mau hari ini, besok, dan besoknya, begini terus. Cuma ada aku, Mama, dan Papa! Eh, teman-teman juga deh.

Penulis, terimakasih ya sudah meminjamkan pena untuk Nala menulis tentang keluarga kecil Nala.

Nala sayang Mama dan Papa! Sayang sekali!

- Nala Wijaya.







Note: penulis terinspirasi dari film Na Willa. kagum dengan parenting Mak dan Pak Na Willa. jadi mau coba bikin deh.

Keluarga Kecil Nala || JamesHoonStories to obsess over. Discover now