Chapter 01

3 4 1
                                        

Siang itu suasana perpustakaan sekolah sangat tenang.

Mahoni duduk sendirian di salah satu kursi dekat jendela. Sebuah buku terbuka di hadapannya sementara tangannya sibuk membalik halaman buku itu.


Mahoni sesekali melirik ke arah jendela, melihat siswa siswi berlalu lalang di lapangan.

Ia lebih suka menghabiskan waktunya bersama buku buku di perpustakaan dari pada berada di tempat yang ramai.

"Sendirian aja?"

Mahoni menoleh namun tidak ada siapa siapa.

Ia mengernyitkan dahi sebelum kembali fokus membaca buku.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya. seorang laki laki berjalan masuk sambil melihat lihat rak buku.

Mahoni tidak memperhatikan lelaki itu, ia hanya fokus pada bukunya, tiba tiba lelaki itu sudah berdiri di depannya.

"Permisi."

Mahoni mendongak.

"Iya?"

"Buku yang di rak bagian belakang apa ada buku Metodologi penelitian ekosistem."

Mahoni berpikir sejenak mengingat ada atau tidak ada.

"Kayaknnya ada. di rak paling ujung bagian kiri ya."

Laki laki itu mengangguk.

"Oke, Terimakasih."

"Hmm."

Mahoni kembali membaca buku di tangannya.

Namun tak lama kemudian terdengar suara buku yang jatuh dari rak.

Bruk!!

Mahoni refleks menoleh.

Ia sontak langsung berdiri dan akan membantu laki laki itu untuk mengambil buku yang jatuh berserakan di lantai.

"Aku bantu."

"Eh, nggak usah"

"Udah"

Mereka pun mengambil buku yang jatuh hampir bersamaan.

Saat tangan mahoni hendak mengambil satu buku, tangan laki laki itu itu juga meraihnya.

Keduanya berhenti.

"Barengan."

Mahoni langsung melepaskan buku itu.

"Ambil aja."

"Thanks"

Setelah semua buku di kembalikan ke tempatnya masing masing, Mahoni pun kembali duduk ke tempatnya.

Laki laki itu mengambil tempat yang sama persis di depan Mahoni.

"Kenapa duduk di sini?"

"Meja lain penuh."

Mahoni melihat sekelilingnya, jelas jelas masih banyak meja yang kosong.

Ia menghela napas kecil.

"Yaudah terserah lo."

Laki laki itu tersenyum kecil.

"Nama gue Anlian."

Mahoni terdiam sebentar sebelum menjawab.

"Gue mahoni"

"Mahoni"

Anlian mengangguk pelan.

"Nama yang bagus"

Mahoni hanya tersenyum kecil, lalu kembali membaca buku.

"Lo anak kelas berapa?" tanya Anlian tiba tiba.

Mahoni mengangkat wajahnya.

"Kenapa?"

"Nanya doang."

"Dua belas IPS."

"Oh dua belas IPS."

"Hmm, kalo lo?"

"Dua belas IPA"

Mahoni hanya mengangguk kecil lalu kembali membaca.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

"Lo emang sering ke perpustakaan sendirian?"

"Gk juga, biasanya sama sahabat gue."

"Terus sahabat lo kemana?"

"Ga masuk lagi sakit."

"Ohh"

"Kenapa emang?" tanya Mahoni sedikit penasaran.

Anlian hanya mengangkat bahu.

"nggak kenapa kenapa. penasaran aja."

Mahoni hanya menghela napas kecil. orang ini baru kenal ternyata sudah banyak tanya.

Namun tanpa ia sadari, percakapan kecil itu membuat siang yang terasa biasa saja menjadi sedikit berbeda.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Sep 07 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Anlian & Mahoni Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora