chapter 1 | di keroyok

18 4 0
                                        


HAPPY READING!💕

Udara malam ini sangat sejuk, beberapa daun menari-nari mengikuti arus angin, terlihat di sebuah mansion mewah terdapat seorang pemuda tampan yang menunggu tepat di depan pagar dengan memakai jaket tebal

"Lama banget sih!" Gumam kesal terdengar dari mulut pemuda itu, dia bernama Damian Gyanendra

"Sabar tuan muda, mungkin nyonya sedang berada di jalan" ucap pengawal pribadi Damian yang bernama alan itu dengan selembut mungkin, dia sangat takut jika tuan muda nya ini tiba-tiba membogem wajah tampan nya

"Sabar sabar mata lo sabar! Gue dah nunggu dari satu jam yang lalu ya jing" Damian benar-benar kesal, mama nya janji pulang jam tujuh sekarang sudah jam delapan loh! Telat satu jam! Bayangin berdiri di depan pagar selama satu jam!

Brum

Brum

Brum

Suara mobil akhirnya datang, alan segera membukakan gerbang dan mobil itu masuk ke pekarangan. Damian sudah berdiri di depan mobil itu dengan tangan yang terlipat kesal

Seorang wanita setengah baya turun dari mobil dengan gaya glamornya "sayang mama pulang" wanita yang mengaku mama nya itu memeluk tubuh Damian yang masih melipat tangannya di depan dada dengan wajah kesal

"Kenapa telat pulang, huh? Damian marah sama mama! Mama tau ga damian nunggu di depan pagar sampai satu jam loh nungguin mama! Tapi mama datang kaya ga ngerasa bersalah sama sekali, mama ga tau seberapa menderita Damian berdiri huh! Mama ga ngerasain jadi damian! Pokoknya Damian marah sama mama!!" Celoteh damian dengan kesal tapi tak ayal tangannya bergerak membalas pelukan mama nya itu

"Hahaha maafkan mama sayang... Tadi papa kamu minta di temenin makan di luar jadi mama mau deh, alhasil pulang telat" jelas sang mama yang malah membuat damian semakin kesal!

Bagaimana bisa mama nya ini lebih memilih pria tua itu dari pada dirinya, apa apaan! Gak terima! bisa bisanya sialan. Dari segi penampilan, perhatian juga lebih unggul dia tapi dari segi uang memang papa nya unggul sih

"Damian papa tau kamu sedang memaki papa" suara bariton terdengar oleh seorang pria setengah baya yang baru saja turun mobil, dia memisahkan pelukan Damian dengan kasar lalu memeluk sang istri sekaligus mama Damian yang bernama Alisa Gyanendra, dan papa nya bernama Katama Gyanendra

Bola mata Damian memutar malas "apalah orang tua ini, minggir" Tama dan Damian saling tarik menarik untuk berebut pelukan Lisa, Lisa yang muak membentak mereka berdua "kalian diam!" Tubuh dan mulut kedua ayah dan anak itu seketika terdiam dan menunduk secara bersamaan. Mereka sangat takut jika sang ratu ini marah

"Papa ikut mama ke kamar dan kamu Damian sekarang ke kamar" ucap final Lisa

"Loh apa apaan, gak gak masa gitu!" Protes Damian "aku udah nunggu satu jam loh ma, masa mama lebih milih papa dari pada aku? Mama gitu sekarang sama aku? Wah gitu ya sekarang, fine mama ga sayang Damian lagi" mulai lah drama Damian ini dia menatap Lisa sedih dengan mengusap mata nya seakan ada air mata di sana padahal gak ada

"Alay" ceplos tama malas melihat drama yang di buat anak semata wayangnya ini, "tuh ma bela aku! Papa jelek-jelekin aku!! Emang ya disini gak ada yang berpihak sama aku. Mama malah berpihak sama orang gila ini, mama tau perasaan aku sakit banget ma rasanya kaya ada panah yang nusuk jantung aku, jlep sakit banget..."

"Udah yapping nya?" Lisa menatap malas Damian, jika ada lomba siapa yang paling dramatis Damian mungkin sudah juara satu

"Serius mama bilang gitu ke Damian? Huh? Aku ini kaya nya emang ga pernah di anggap sama kalian.." ucap Damian berpura-pura sedih, namun akting Damian ini benar-benar buruk Dimata mereka berdua

Tangan tama melingkar di pinggang Lisa, lalu dengan lembut Tama menuntun Lisa meninggalkan Damian

"Mama! Papa!" Wajah damian memerah, dia sungguh kesal!

Alan menatap Damian dengan menahan tawa, puas sekali dia melihat wajah damian itu "apa lo lihat-lihat?!" Ngegas Damian "tidak tuan muda" Alan memalingkan wajahnya menatap ke arah lain, bibirnya tertekuk menahan tawa

Kaki jenjang Damian mengarah ke bagasi dan mengambil moge nya lalu mengendarai nya dengan cepat membuat alan kaget, tangannya mengelus dada sabar "begini deh, punya majikan yang kebangetan manja nya ke mama nya. Kata saya sih cepat-cepat cari pacar" kepala alan menggeleng pelan namun senyum nya tak luntur

Damian menggeber-geber moge nya di jalan untuk meluapkan emosi nya

'BERR'

'BERR'

'BERR'

Fiy aku ga tau suara motor yang di geber-geber itu kaya gimana✌️

"Berisik anjing" teriak salah satu anak muda yang nongkrong, tapi Damian tidak memperdulikannya. Sampai di jalan yang sepi ada sekitar 6 motor mencegatnya

"Turun lo bocah" geram pria berbadan besar, kemungkinan dia ketua nya

"Dih siapa lo ngatur-ngatur?" Nada itu terdengar mengejek, membuat para om-om besar itu kesal. Damian turun dan melepas helm full face nya "Damian, anak tunggal keluarga Gyanendra" salah satu om-om itu tersenyum miring

"Serang" perintah sang bos membuat anak buahnya yang berkisaran 10 orang mulai menghantam Damian secara bersamaan. Damian tidak diam saja dia menghantam om-om itu dengan lihai dan tepat sasaran

Sayang seribu sayang, Damian kalah jumlah. Tangan dan kaki Damian di pegang erat salah satu dari mereka memukul perut Damian sangat keras "yaps tepat sasaran" senang om-om itu "ga usah basa-basi, pukul sampai mati" ujar ketua dari para om-om

Tubuh Damian sangat lemas, dan tepat saat di pukuli dia putus asa 'mama, papa kalau Damian benar-benar di pukuli sampai mati selamat tinggal' batin damian pasrah

Perlahan mata Damian mulai tertutup dan nafasnya tidak terasa lagi. Detik itu seorang Damian Gyanendra dinyatakan meninggal

Salah satu om-om itu tidak merasakan nafas Damian "gaada nafas nya bos" ucap nya. Ketua dari om-om itu langsung memerintahkan teman-teman nya untuk meninggalkan Damian sendiri

Hujan perlahan turun seolah menghargai kepergian Damian, tubuhnya kaku dengan kulit nya yang berubah menjadi pucat. Memar melapisi sekujur tubuhnya dengan darah yang mengalir sedikit dari bibirnya. Suara nafas Damian benar-benar hilang, tubuhnya berubah menjadi dingin


Tepat saat itu... Apa benar Damian akan menghilang sepenuhnya dari dunia dan tidak akan kembali lagi...? Jawaban nya iya. Tapi belum tentu pasti, pantau terus cerita Damian loh ya



Pesan untuk karakter😗

DAMIAN

MAMA LISA

PAPA TAMA

ALAN

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA.

DAMIAN || transmigrationStories to obsess over. Discover now