Hari kelulusan di Hanlim Multi Arts High School, Rara dan Sean merayakannya bersama murid murid lain termasuk Juan.
Di tengah tengah acara, Sean mendekati Rara.
"Ra...aku mau ke Amerika...Ortu aku nyuruh aku kuliah disana..." ucap Sean ditengah riuhnya acara itu.
Rara yg tadinya tertawa karena suasana acara itu menjadi diam menatap Sean dg ekspresi kaget tanpa berkedip.
"Eum...Ya udah...bagus dong...Tante Jennie juga sering bolak balik kesana, Kakak kakak Kamu juga kuliah disana kan...ya udah...pergi aja..." ucap Rara menyembunyikan perasaan sedihnya.
Dan di balik riuh keramaian itu, Juan memperhatikan Rara dan Sean.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Sean lalu menarik Rara menjauh dari ruangan tempat acara itu.
*
*
Di rooftop Sekolah,
Rara berjalan menikmati udara yg berhembus.
"Oiya...kita ambil foto yuk..." Rara mengeluarkan ponselnya.
"Ra...kita bakal jarang ketemu...atau kita sama sekali gak bisa ketemu..." ucap Sean dg wajah sedihnya.
"Ya...gak papa...kita masih bisa telfonan, chattingan, atau video call...zaman udah canggih, Sean..." jawab Rara menahan suara sedihnya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Ayo kita foto dulu...cheese!!!" Rara mengambil foto selfie bersama Sean, namun ternyata baterai ponsel Rara habis, ponselnya mati.
"YAish...Maaf Sean...baterai ponsel aku abis..." tawa Rara dipaksakan.
"Ra..kalo boleh milih, Aku maunya kuliah disini...kita udah begitu deket, Ra..." ucap Sean.
"Emang kita sedekat apa????" Tanya Rara.
"Persahabatan kita begitu indah, Ra..." jawab Sean.
"Persahabatan???? Maksud kamu kita ini sahabat????" Rara berjalan menjauhi Sean mendekati pagar pembatas rooftop.
"Bukan...bukan begitu...tapi..." Sean gugup memdekati Rara.
"Ra...aku...aku....kamu ngerti maksud aku kan.." ucap Sean.
"Gimana aku mau ngerti, Sean...kamu gak pernah kasih tau aku..." jawab Rara menoleh menatap Sean.
"Aku...aku bingung, Ra...aku bingung...gimana caranya nerjemahi kata 'Love'..." ucap Sean menatap Rara berharap Rara bisa mengerti kata katanya.
Namun Rara mengangkat bahunya mengisyaratkan ia tidak tau maksud Sean.
"Ok...Kamu dengerin aku...ok..." Sean menatap Rara.
"Ya...kita semua harus saling menyayangi kan, kita harus sayang Ortu kita, Sayang Adik kita, Sayang Kakak kita, Sayang teman teman kita...kita harus sayang semuanya kan..." ucap Rara putus asa.
"Bukan...bukan seperti itu, Ra...tapi..."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.