Pagi itu, kedai kecil milik Bibi Han Sora sudah cukup ramai.
Aroma kopi dan roti panggang memenuhi ruangan, sementara suara pelanggan bercampur dengan bunyi peralatan dapur.
Di balik meja kasir, seorang pria mungil sedang sibuk merapikan beberapa cangkir.
Park Jimin. Pria cantik, imut, mungil, dan manis itu bekerja sebagai pegawai di kedai sederhana milik Bibi Han Sora.
Kehidupannya sebenarnya sangat biasa. Datang bekerja. Melayani pelanggan. Pulang. Begitu seterusnya.
Jimin bahkan belum pernah memikirkan soal menikah ataupun memiliki anak.
Sampai hari itu datang. Bel pintu kedai berbunyi.
Kring!
Jimin yang sedang membawa nampan langsung menoleh.
Seorang bocah laki-laki berusia sekitar lima tahun berdiri di depan pintu.
Bocah itu tampak sendirian. Jimin mengerutkan kening.
"Adik, kamu datang sama siapa?"tanya Jimin
Bocah itu tidak menjawab. Ia justru memandangi Jimin cukup lama.
Kemudian wajah kecilnya perlahan berubah cerah.
Bocah itu berlari menghampiri Jimin. Jimin yang terkejut buru-buru menaruh nampannya di meja.
"Eh?"kata Jimin
Bruk!
Bocah itu langsung memeluk kaki Jimin erat-erat.
Jimin terdiam. Lalu terdengar suara kecil yang begitu polos.
"Mommy!"ucap Jiyon
Mata Jimin membesar. Suasana kedai mendadak terasa hening. Jimin menunjuk dirinya sendiri.
"Aku?"tanya Jimin
"Iya, Mommy!"jawab Jiyon
"Tunggu... tunggu dulu! Adik, kamu salah orang. Aku bukan Mommy kamu."ucap Jimin berjongkok di hadapan bocah itu
Bocah itu malah semakin erat memegang tangan Jimin.
"Mommy..."kata Jiyon
Jimin menatap bocah itu dengan wajah kebingungan.
Dalam kepalanya hanya ada satu pertanyaan.
Sejak kapan dirinya punya anak?
Padahal Jimin belum menikah. Pacar saja tidak punya.
Bagaimana mungkin tiba-tiba ada seorang bocah berusia lima tahun memanggilnya Mommy?
Bibi Han Sora yang melihat kejadian tersebut hanya bisa menutup mulut menahan tawa.
"Jimin-ah..."ucap Sora
"Iya, Bibi?"jawab Jimin
"Sepertinya kamu punya penggemar baru."kata Sora
"Bibi! Ini bukan waktunya bercanda!"ucap Jimin
Bocah itu justru tersenyum lebar. Tangannya masih menggenggam tangan Jimin.
"Mommy jangan pergi."kata Jiyon
Seketika hati Jimin terasa melunak. Ia mengusap kepala bocah itu perlahan.
"Iya... Mommy nggak pergi."jawab Jimin
Jimin sendiri tidak sadar dengan apa yang baru saja ia katakan.
Bocah itu tersenyum bahagia. Sementara Jimin hanya bisa mematung.
"Lho... kok aku ikut-ikutan manggil diriku Mommy?"tanya Jimin
Namun Jimin belum mengetahui satu hal. Bocah kecil bernama Min Jiyon itu bukan anak sembarangan.
Dan di suatu tempat, seorang pria bernama Min Yoongi sedang mati-matian mencari keberadaan putranya yang hilang.
Hari itu, tanpa mereka sadari...Pertemuan kecil di sebuah kedai sederhana menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan mereka.
Sebuah pertemuan antara seorang pria dingin yang kehilangan putranya...
Seorang pria mungil yang tiba-tiba dipanggil Mommy...
Dan seorang bocah kecil yang hanya menginginkan satu hal menemukan keluarganya kembali.
ESTÁS LEYENDO
YOUNG MOMMY - YOONMIN ✓
Ficción HistóricaApa yang kalian rasakan jika tiba-tiba seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun memanggil kalian "Mommy"? Hal itu dirasakan oleh Park Jimin, pria cantik, imut, mungil, dan manis yang bekerja sebagai pegawai di kedai milik Bibi Han Sora. Suatu hari, s...
