Seorang gadis bangsawan yang dikenal sebagai lily of the kingdom bersandar santai di sebuah pohon beringin besar yang ada di kaki bukit. Celestine Arabela Asterion yang kerap di panggil Arabela. Sebuah nama yang sudah tak asing dalam pergaulan kelas atas. Sebagai putri dari duke Asterion yang memiliki kedudukan yang cukup tinggi dalam kasta bangsawan, Arabela dikenal sebagai gadis yang ramah. Saat ini ia sedang menunggu sang pujaan hati, Tentunya kedudukanya tak kalah hebat seperti Arabela. Sebastien Orpheus seorang pangeran kedua dari selir kesayangan Raja terdahulu sekaligus panglima kerajaan. Dengan postur yang gagah dan juga tampan membuatnya digemari oleh banyak gadis. Namun, hatinya hanya untuk Arabela seorang.
"Hai... sudah menunggu lama?" ucap seorang pria dengan senyum manisnya yang tak lain adalah Sebastien Orpheus.
Arabela hanya membalas dengan gelengan kepala sambil tersenyum tersipu malu. Tanpa basi basi Sebastien menyelipkan bunga ditelinganya. Arabela dan Sebastien berbincang mesra menceritakan keseharian masing-masing. Hanya perbincangan biasa namun, cemistry keduanya sangat selaras.
"Aku mendapatkan tugas menjadi perwakilan untuk menjalankan diplomasi antar negara". Arabela yang mendengarnya-pun cukup terkejut dibuatnya. Arabela mencoba tersenyum dengan tenang.
"Baiklah, aku akan menunggmu disini. Pangeran pernah bilang bahwa akan menikahiku bila semuanya sudah selesai." Tutur Arabela.
"Terima kasih. Aku akan segera kembali untuk meminangmu" ujar sang pangeran menjadi penutup pertemuan hari itu.
Musim telah berganti namun kabar dari sang pangeran belum juga datang. Arabela yang selalu menanti kehadiran sang kekasih hanya bisa menunggu dan menunggu. Sampai pada akhirnya...
"Nona...!! Nona...!!" teriak dayang pribadi milik Arabela yang bernama Clara.
"Kenapa harus berlari-lari dan berteriak? Seperti di kejar hantu saja"
"Bukan, huhh.. huh... ini bukan hantu tapi sama sama bikin terkejut"
"Nona ada utusan dari istana yang membawa surat lamaran untuk nona!" sambung Clara. Arabela yang mendengarnya-pun langsung bergegas ke main hall untuk menemui utusan dari istana. Dengan perasaan gembira yang sulit di utarakan Arabela menunggu sang utusan untuk membicarakan surat lamaran yang dimaksud oleh dayangnya.
"salam untuk tuan Duke Asterion dan juga Nona Asterion. Saya di sini diutus mewakili raja untuk melamar Nona dari kediaman Asterion, Nona Celestine Arabela Asterion." Ujar sang utusan.
Arabela terkejut dibuatnya. Bagaimana tidak, keputusan raja merupakan titah yang tidak bisa ditentang. Karena bila menentang titah raja berarti samadengan memberontak kepada raja. Arabela hingga tidak bisa berkata kata saat mendengar lamaran itu. Membayangkan menikah dengan pria yang tidak dicintai saja sudah membuat Arabela bersedih dan frustasi. Apalagi sang raja adalah kakak dari orang yang dia cintai selama ini.
Sesaat setelah utusan pergi, Arabela mendatangi ruangan kerja milik ayahnya. "Ayah, aku mohon batalkan pernikahan itu, aku berjanji akan melakukan apapun yang ayah mau" ujar Arabela memohon kepada ayahnya. Ayah Arabela yang mendengar kalimat itu menjadi marah. Rahang yang tegas dengan mengerut membuat Arabela cukup ketakutan. Mengingat tabiat ayahnya yang mudah sekali untuk marah.
"Apa kau bilang? Melakukan apapun yang aku mau?"
"Justru yang aku inginkan adalah dirimu menjadi ratu!! kau kira untuk apa kehidupan yang kuberikan selama ini?"
"Lupakan saja anak selir itu, bukankah lebih baik kau menjadi wanita nomor satu di kerajaan ini daripada menikah dengan pria itu!!" cerca ayah Arabela.
Tetapi Arabela yang telah dimabuk asmara menghiraukan omongan dari sang ayah. "bila ayah tidak membatalkan pernikahan ini, aku akan melepaskan nama keluarga Asterion dan pergi dengan pangeran Sebastien!!." Suara langkah kaki semakit mendekat, Arabela yang menunduk mendongakan kepalanya melihat siapa yang mendekat.
YOU ARE READING
Arabela: Bride of the throne
Fantasyakibat dari taktik politik ayahnya, seorang gadis bernama Arabela terpaksa harus menikahi sang raja yang sebenarnya adalah kakak dari kekasihnya. tentunya tidak mudah ia menjalani kehidupan. Dimana ia menjadi istri sekaligus ratu dari sebuah keraj...
