Prolog

40 2 0
                                        


Kenapa harus dia??

Dari sekian banyak orang yang pernah kulihat, kenapa justru dia yang sampai sekarang masih tinggal di pikiranku?

Padahal saat pertama kali melihatnya, aku bahkan tidak mengenalnya. Aku hanya melihatnya dari kejauhan. Hanya beberapa saat.

Tapi anehnya, pertemuan singkat itu justru menjadi awal dari sesuatu yang tidak pernah aku rencanakan. Sesuatu yang sampai hari ini masih ada.

Rasa kagum.

Atau mungkin...

rasa suka?

Aku sendiri tidak tahu kapan tepatnya perasaan itu berubah. Yang aku tahu, awalnya aku hanya memperhatikannya. Kemudian mulai penasaran. Lalu tanpa sadar, mulai mencari keberadaannya. Dan akhirnya...aku menyukainya.

"Kenapa sih kamu bisa suka sama dia?" Pertanyaan itu sudah berkali-kali kudengar dari teman-temanku. 

Aku juga sering bertanya hal yang sama kepada diriku sendiri. Apa karena wajahnya?Sikapnya?Atau karena ada sesuatu dari dirinya yang berbeda?Entahlah. Mungkin memang tidak semua rasa suka membutuhkan alasan.

Yang lucu, dia mungkin bahkan tidak tahu kalau pernah ada seseorang yang memperhatikannya sejak hari itu. Seseorang yang selama bertahun-tahun hanya bisa menyimpan perasaannya sendiri. Seseorang yang setiap kali melihatnya masih bisa merasakan gugup yang sama. Dan seseorang yang bahkan masih mengingat kejadian kecil yang mungkin bagi dirinya tidak berarti apa-apa. 

Aku. 

Enam tahun.

Waktu yang cukup lama untuk membuat seseorang datang dan pergi berkali-kali dari kehidupan kita. Tapi dia?Entah kenapa masih tetap di sana. Di sudut kecil ingatanku. Tanpa pernah benar-benar menjadi milikku.

Dan mungkin...memang begitulah cerita ini seharusnya dimulai. Bukan dengan sebuah hubungan. Bukan dengan sebuah pengakuan. Melainkan dengan sepasang mata yang melihat seseorang dari kejauhan, lalu tanpa sadar menyimpan perasaan selama bertahun-tahun. Ini adalah cerita tentang dia. Dan tentang aku yang memilih diam.

Enam Tahun dalam DiamStories to obsess over. Discover now