~Kadang pertemuan paling singkat justru meninggalkan jejak paling panjang di hati~
Pagi di Hastinapura selalu dimulai dengan kesibukan. Dari halaman istana terdengar suara para prajurit yang sedang berlatih, sementara di lapangan utama para pangeran sudah berkumpul sejak matahari belum terlalu tinggi. Guru Drona berdiri di hadapan mereka dengan wajah serius, mengawasi satu per satu gerakan muridnya.
Aswatama berada di antara para pangeran Kurawa. Busur sudah berada di tangannya, sementara matanya tidak pernah lepas dari sasaran di depan.
"Sekali lagi," kata Drona.
Aswatama menarik tali busur. Ia mengatur napas sebelum melepaskan anak panah.
Tepat di tengah sasaran.
"Bagus," ujar Drona singkat.
Aswatama menurunkan busurnya. Ia hendak mengambil anak panah berikutnya ketika terdengar suara roda kereta dari arah gerbang istana.
Beberapa pangeran menoleh.
Sebuah rombongan kerajaan baru saja memasuki halaman. Para pengawal turun terlebih dahulu, kemudian seorang gadis keluar dari kereta. Pakaiannya terlihat berbeda dari pakaian perempuan Hastinapura, dengan warna hijau dan emas yang membuatnya mudah dikenali.
Duryodhana memperhatikan rombongan itu.
"Siapa mereka?" tanyanya.
Yudhistira yang berdiri tidak jauh darinya menjawab, "Tamu kerajaan, sepertinya."
Gadis itu berjalan mengikuti seorang pelayan menuju bagian dalam istana. Namun sebelum masuk, ia sempat menoleh ke arah lapangan.
Tatapannya bertemu dengan Aswatama.
Tidak lama.
Gadis itu langsung mengalihkan pandangan dan melanjutkan langkahnya.
Aswatama mengerutkan kening.
"Kenapa kau melihat ke sana?" Duryodhana bertanya.
"Aku tidak melihat apa-apa."
Duryodhana tersenyum kecil. "Aku tidak mengatakan kau melihat seseorang."
Aswatama menatapnya.
"Latihan saja," katanya kemudian.
Duryodhana hanya tertawa.
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
Menjelang siang, Ianvee sudah mulai bosan berada di dalam istana.
Sejak kedatangannya, ia harus menemani ayahnya menghadiri pertemuan dengan keluarga kerajaan Hastinapura. Awalnya ia mencoba duduk tenang, tetapi pembicaraan para raja yang terlalu panjang membuatnya memilih pergi begitu saja setelah pertemuan selesai.
Ia berjalan melewati taman hingga akhirnya mendengar suara benturan senjata dari kejauhan.
Rasa penasarannya membuat langkahnya berhenti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir di Antara Kita
Fiksi PenggemarAswatama nggak pernah menyangka kalau kedatangan seorang putri bernama Ianvee ke Hastinapura bakal membuat hidupnya sedikit berantakan. Mereka selalu bertengkar karena hal-hal kecil. Aswatama yang keras kepala bertemu dengan Ianvee yang sama-sama ng...
