PROLOGUE - BENANG YANG TAK TERLIHAT

9 0 0
                                        

💗 Jangan lupa vote ya, Readers! 💗

Kalau kalian menikmati ceritanya, jangan lupa tekan tombol ⭐ Vote di setiap chapter yang kalian suka. Dukungan kecil dari kalian berarti besar banget buat aku untuk terus melanjutkan cerita ini! 🥹✨

Jangan lupa juga tinggalkan komentar kalau ada bagian yang bikin kalian deg-degan, senyum-senyum sendiri, atau bahkan kesel sama karakternya 😂❤️

Happy reading, Readers! Jangan lupa vote! ⭐




Dressrosa selalu tampak seperti negeri yang tidak mengenal kesedihan

Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.

Dressrosa selalu tampak seperti negeri yang tidak mengenal kesedihan.

Bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan.

Musik terdengar dari alun-alun.

Tawa penduduk memenuhi udara.

Namun Y/N tahu bahwa di balik semua warna itu, ada bayangan yang tidak pernah benar-benar pergi.

Bayangan bernama Donquixote Doflamingo.

Dan entah bagaimana, takdir membuatnya berdiri tepat di tengah bayangan tersebut.

Sudah tiga tahun sejak Y/N pertama kali menginjakkan kaki di Dressrosa.

Awalnya ia hanya seorang perempuan yang kebetulan terdampar setelah kapalnya diserang bajak laut.

Tidak punya tujuan.

Tidak punya keluarga yang bisa dihubungi.

Tidak punya alasan untuk tinggal.

Sampai seseorang menawarkan tempat untuk berlindung.

Seseorang yang seharusnya paling tidak ia percaya.

Doflamingo.

Pertemuan pertama mereka bahkan tidak romantis.

Sama sekali tidak.

Y/N sedang berada di sebuah kedai kecil ketika sekelompok pria mabuk mencoba mengganggunya.

Sebelum ia sempat melawan, sebuah suara berat terdengar dari belakang.

"Pergi."

Satu kata.

Namun cukup untuk membuat seluruh kedai mendadak sunyi.

Y/N menoleh.

Seorang pria tinggi berdiri di sana.

Kacamata hitam.

Mantel bulu merah muda.

Senyum lebar yang entah mengapa justru terlihat lebih mengancam daripada kemarahan.

"Siapa kau?" tanya salah satu pria.

Doflamingo tertawa.

"Fufufu..."

Jari telunjuknya bergerak sedikit.

Pria itu langsung jatuh terduduk.

Tidak ada yang menyentuhnya.

Y/N terbelalak.

"Kau..."

Doflamingo menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

"Namamu?"

Y/N mengerutkan kening.

"Kenapa?"

"Karena aku bertanya."

Y/N tidak suka nada itu.

Namun ia juga tidak bodoh.

"Aku Y/N."

Doflamingo tersenyum.

"Y/N..."

Ia mengulang namanya perlahan.

"Nama yang bagus."

Sejak hari itulah semuanya berubah.



🌙 A little reminder before you leave...

Kamu sudah sampai di akhir chapter ini.

Sekarang tinggal satu hal kecil yang harus kamu lakukan...

Vote ⭐

Anggap saja itu sebagai tanda kalau kamu menikmati perjalanan Y/N bersama si dia. 👀

Karena kalau kamu ingin melihat lebih banyak tatapan curi-curi, sentuhan yang tidak sengaja, kecemburuan, dan chemistry yang makin sulit disembunyikan...

Well...

You know what to do. 😉

⭐ Vote kalau kamu suka.
💬 Comment kalau kamu punya teori.
❤️ Follow kalau kamu ingin ikut berlayar sampai akhir.

See you in the next chapter, sweetheart. 🏴‍☠️🌊

Donquixote Doflamingo x Y/N (ONE SHOT)Geschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt