Ruka melangkah melewati lorong fakultas teknik dengan jaket oversized dan helm yang masih menggantung di sikunya. Rambut blonde-nya dibiarkan terurai berantakan, namun gesturnya yang tenang dan garis wajahnya yang tegas sekaligus lembut membuat pandangan puluhan pasang mata langsung tertuju padanya.
Ia adalah definisi sempurna dari visual yang tak masuk akal terlihat handsome dan pretty di detik yang sama. Ruka cuma perlu tersenyum tipis sambil mengikat rambutnya untuk membuat separuh penghuni kampus histeris dan membayangkan skenario manis menjadi kekasihnya.
Spekulasi tentang siapa yang akhirnya bisa meluluhkan hati seorang Ruka bahkan sudah jadi topik obrolan harian di kantin. Namun, di meja pojok dekat jendela, Ahyeon hanya bisa menyandarkan dagunya di atas meja sambil mengaduk es teh yang esnya sudah mencair sempurna.
"Kalian sadar gak sih, tadi pas Ruka ngebuka kaca helmnya di parkiran, anginnya kaya sengaja hembus rambut dia? Vibe-nya kaya protagonis anime tahu gak!" cerocos Rami dengan mata berbinar-binar, menepuk lengan Rora di sebelahnya.
"Apalagi pas dia nolongin anak dkv bawa maket," timpal Asa sambil mengetuk-ngetuk jarinya di meja.
"Gaya bicaranya tuh cuek tapi perhatian. Aku yakin pacarnya nanti pasti tipe-tipe cewek anggun yang bisa bikin dia makin protektif."
"Gak bisa," potong Pharita cepat. "Menurutku dia cocoknya sama yang sefrekuensi, yang pinter dan stylish juga. Biar kalau jalan berdua kelihatan kaya pemotretan majalah."
Ahyeon menghembuskan napas berat, memutar matanya malas. "Kalian ini udah tiga puluh menit bahas Ruka. Dari tadi gak ada topik lain apa? Ruka makan apa, Ruka kuliah di mana, Ruka senyum ke siapa lah, aku sampai hafal jadwal kuliah dia padahal kita beda fakultas!"
"Ya gimana gak dibahas, Hyeon? Seluruh kampus tuh penasaran siapa yang bakal ditunjuk Ruka buat jadi pacarnya," sahut Rora santai. "
"Kamu kok malah muak gitu sih? Jangan-jangan kamu juga penasaran, tapi gengsi?"
Ahyeon menyilangkan dadanya, mendengus pelan melihat pandangan godaan dari kelima temannya. Menurutnya, Ruka cuma mahasiswa biasa yang kebetulan punya struktur wajah terlalu simetris dan gaya yang kelewat keren. Tapi melihat betapa histerisnya orang-orang termasuk teman-temannya sendiri membuat Ahyeon cuma ingin menyumbat telinganya rapat-rapat setiap kali nama itu terdengar.
Pharita mencondongkan tubuhnya melewati meja, menatap Ahyeon dengan pandangan menuntut yang dipenuhi rasa penasaran.
"Hyeon, serius deh. Kamu benar-benar gak ada tertarik-tertariknya sama Ruka? Gak penasaran sedikit pun?"
"Iya, Hyeon," sahut Asa memprovokasi, matanya berbinar memancing jawaban.
"Hampir seluruh anak ITB dari anak FSRD yang hobi bikin fanart dia, anak SBM yang pamer story tiap Ruka lewat, sampai anak-anak di fakultas kita sendiri semua kagum sama Ruka. Semuanya spekulasi dia single atau udah punya pacar. Kamu masa lempeng-lempeng aja?"
Ahyeon hanya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, memutar sedotan di gelasnya tanpa minat. Ia menatap Pharita dan Asa bergantian, lalu menggelengkan kepalanya pelan tanpa ragu.
"Nggak. Sama sekali nggak," jawab Ahyeon tegas, nada suaranya betul-netral tanpa ada beban.
"Mau dia single, mau dia udah punya pacar sepuluh, atau mau dia anak rektor sekalipun, aku gak peduli. Dia cuma mahasiswa biasa yang kebetulan lalu lalang di gedung kampus kita."
Rami dan Rora saling pandang, lalu tertawa kecil melihat ekspresi datar Ahyeon yang tampak begitu kebal dari pesona Ruka.
"Beneran gak penasaran kalau misalnya suatu hari kamu harus ngobrol sama dia?" pancing Asa lagi, belum menyerah.
YOU ARE READING
LOWKEY | RUYEON
FanfictionSiapa yang tidak mengenal Ruka? Mahasiswi teknik yang cantik sekaligus tampan, pintar, berprestasi, dan selalu berhasil menjadi pusat perhatian. Tak heran jika banyak mahasiswa menjulukinya "Campus Crush" Hampir semua orang pernah mengagumi Ruka. Ba...
