Apa jadinya jika kamu tiba-tiba bangkit di era Victoria saat tengah mengerjakan skripsimu?!
Reader x Moriarty The Patriot
Moriarty The Patriot adalah serial manga yang ditulis oleh Ryōsuke Takeuchi dan diilustrasikan oleh Hikaru Miyoshi berdasarkan...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Nama : Erina
Umur : 21 Tahun
Tanggal lahir : 1 Maret
Status : Mahasiswa semester akhir jurusan Sistem Informasi. Setiap hari sibuk benerin codingnya yang error terus. "404 kewarasan not found." - Erina.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Nama : Ayu
Umur : 21 Tahun
Tanggal lahir : 9 Februari
Status : Mahasiswa tingkat akhir jurusan Hukum. Setiap hari ngejar dosen dan bawa KUHP kemana-mana. "Diam atau ku gebuk dengan KUHP setebal dosamu ini." - Ayu
✧✧ ✧
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Di sudut perpustakaan yang tengah ramai pengunjung, dua orang mahasiswi tingkat akhir, yang satu berambut ginger dan satunya berambut hitam. Mereka nampak frustasi dan berantakan, terutama yang berambut ginger sampai mengusap wajahnya kasar dengan kedua tangan. Tatapanya tertuju pada layar laptop yang penuh dengan tulisan syntax berwarna merah. Frustasinya kian menjadi saat kode yang baru saja ia tulis kembali memunculkan pesan error yang sama untuk kesepuluh kalinya.
Si rambut hitam menoleh mendapati temannya semakin kacau. Ia menyodorkan sebotol air mineral kepada temannya.
"Erina, are you okay?"
"Menurutmu, Ayu?"
"Istirahat dulu deh otakmu itu, udah overheat itu."
"Kamu sendiri gimana yu, udah ketemu pasalnya?"
Helaan nafas terdengar dari Ayu, dilanjutkan dengan gelengan kepalanya.
"Belum nemu ini. Gebuk aja kali ya itu dospem. Udahlah dicari susah kek artis aja, mana diajak diskusi susah juga."
"Tidur bentar yuk. Aku belum ada tidur dari tadi malam."
"Ayo dah. Tadi malam juga tidur dua jam doang."
Mereka berdua menelungkupkan kepala mereka diatas meja demi mengistirahatkan pikiran mereka yang sudah sangat lelah.
✧✧ ✧
Sinar mentari pagi yang menembus celah jendela perlahan membangunkan Erina dari tidur nyenyak. Sapaan seorang pelayan mengalun lembut di telinga untuk membangunkan Erina sepenuhnya.
"Selamat pagi Nona Erina. Apakah Nona mau meminum teh dulu sebelum bersiap-siap?"
Erina mematung, menatap sekelilingnya. Yang ia lihat saat ini bukan perpustakaan tempat terakhir kali ia tertidur, melainkan kamar dengan nuansa abad ke-19 yang sangat asing di matanya. Erina menjerit bingung. Siapa wanita ini, dan kenapa ia dipanggil dengan sebutan nona?