Hidup itu apa? entahlah - Laluna masih mencari artinya
Hingga dia terseret takdir menjadi Hantu gentayangan yang raganya masih terbaring Koma.
Melewati Lorong Masa dan Waktu, menembus dimensi dan menjadi hantu yang hidup diantara Masadepan dan Masa...
Pada dasarnya, manusia tanpa sadar menilai orang lain dari sudut pandang yang berbeda dengan cara mereka menilai diri sendiri.
Entah itu hukum alam atau sekadar persoalan perspektif, semuanya bergantung pada bagaimana seseorang memandangnya. Bahkan jika semuanya berawal dari rasa tidak peduli, segalanya bisa berubah ketika seseorang menemukan sesuatu yang menurutnya layak untuk dilindungi.
Menjadi lebih kuat terkadang membuat seseorang merasa sedikit lebih unggul. Lalu, ketika mereka melihat seseorang yang tidak sekuat dirinya-atau setidaknya terlihat rapuh-muncul keinginan untuk melindungi, bersamaan dengan perasaan bahwa mereka mampu memikul rasa sakit orang lain.
Namun, sering kali seseorang tidak menyadari batas dirinya sendiri.
Apa yang awalnya merupakan niat untuk melindungi, perlahan dapat berubah menjadi keinginan egois untuk diakui.
Dan pada akhirnya, perasaan itu justru melukai orang yang ingin dilindungi.
Sampai akhirnya, orang pertama yang sebenarnya harus diselamatkan bukanlah orang lain, melainkan dirinya sendiri.
-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Laluna Sekar
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Antareksa Angkara
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nazel Anara
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Eliaa Nalun
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Billy Angkara
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nabila Katara
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.