Tomioka Giyu menatap pantulan bulan diantara riak air yang menggenang dibawah kakinya. Pikirannya kembali melayang pada saat dirinya tertampar oleh pertanyaan Tanjiro. Juniornya yang ia harapkan menjadi penerus dari pilar Air. Seseorang yang pantas untuk mengemban tanggung jawab sebagai Hashira.
Kamado Tanjiro. Anak laki-laki yang ia selamatkan bersama adik perempuannya yang berubah menjadi Iblis, Kamado Nezuko. Setelah pembantaian keluarganya yang tragis menyisakan mereka berdua.
Dirinya telah melanggar hal tabu dengan menjamin mereka bersama. Dirinyalah yang merekomendasikan Tanjiro belajar pada gurunya sang mantan Hashira Air, Sakonji Urokodaki. Menjadikan mereka Seorang Korps Pembasmi Iblis yang bekerja dengan membawa Iblis dipunggunnya.
Berkat keputusan singkatnya saat itu, kini ada titik cerah harapan untuk mengalahkan Kibutsuji Mujan. Inang dari para iblis yang selama beberapa abad ini meresahkan manusia. Meneror dengan tragedi Iblis pemakan manusia.
Kagaya Ubuyasiki Pemimpin Korps Pembasmi Iblis percaya dengan perubahan Nezuko, iblis pertama yang bertahan dari sinar Matahari. Akan menjadi fokus utama Kibutsuji Mujan.
Para Hashira dan mantan Hashira seperti Tengen Uzui bersedia untuk mengadakan pelatihan bagi seluruh anggota Korps Pembasmi Iblis demi meningkatkan stamina dan memunculkan tanda bercak. Kemunculan bercak dipercaya memberikan kekuatan setara Iblis Bulan Atas.
Selama beberapa hari, Tanjiro dengan gigih mengikuti Giyu. Mengekori seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Walaupun dengan keadaannya yang belum sepenuhnya pulih pasca penyerangan di Desa Penempa. Tanjiro dengan bantuan tongkat penyangga kaki disebelah kanannya tidak mau menyerah.
Tujuannya hanya satu, memaksa Giyu berpartisipasi dalam Pelatihan Hashira.
Sebelumnya Giyu dengan sengaja mengungkapkan kekecewaannya karena Tanjiro tidak menyempurnakan Ilmu Pernapasan Air yang telah diajarkan gurunya, Sakonji Urokodaki. Giyu sengaja melontarkan kata-kata ketus tersebut agar Tanjiro merasa bingung, tersinggung, dan akhirnya berhenti mengganggu serta memaksanya untuk ikut serta dalam Pelatihan Hashira.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Penderitaan Giyu dimulai sejak pagi buta, saat matahari bahkan belum berniat memunculkan sinarnya.
"Giyuu-san! Mau adakan pelatihan tidak?"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.