Prolog

2 0 0
                                        

Malam yang dingin di sertai dengan hujan, Dirga.. Bersandar di pagar pembatas atap gedung dengan lemah.

Tubuhnya terluka parah, banyak tembakan yang tercetak jelas di tubuhnya.

"Ughh... Sial.. Kau benar-benar gila rehan!! " kata Dirga dengan marah ke arah pemuda yang mengikutinya sedari tadi.

Rehan, atau sahabat Dirga sejak dulu berjalan dengan pelan ke arah Dirga sembari membawa kepala nesia di tangannya.

Ia tersenyum puas melihat Dirga tidak berdaya di hadapannya.

"Aku sudah pernah bilang bukan? Jangan pernah menolak permintaan ku atau keluargamu lah yang jadi korban " kata rehan sembari melemparkan kepala nesia ke pangkuan Dirga.

Dirga memandang kosong ke arah adiknya ini, ia memeluk erat kepala adiknya sembari menangis. Rehan segera mengelus kepala Dirga dan menciumnya.

"Shh.. Jangan nangis baby~ kau terlihat menyedihkan jika begitu " kata rehan, dirga tidak peduli dengan ucapan rehan.

Menurutnya sahabatnya ini sudah tidak waras dan harus di masukkan ke RSJ. Saat rehan ingin mencium bibirnya, dengan cepat Dirga mendorongnya lalu..

"Karma akan datang kepadamu, rehan!! " kata Dirga sembari melompat dari pagar pembatas atap gedung.

"TUNGGU, TIDAK!! " terlambat Dirga sudah jatuh ke bawah hingga membuat tulangnya retak semua.

Tangannya masih erat memeluk kepala adiknya dengan kasih sayang, Dirga tersenyum manis sembari menutup matanya. 'Akhirnya aku bisa berkumpul dengan semuanya'

..........

Gelap

Itulah yang di rasakan Dirga saat ini, ia melihat sekeliling dan hanya pandangan hitam yang tersaji.

Saat ia membuka matanya, cahaya terang langsung menyinari nya.

"Ahh tuan muda indonesia, anda sudah bangun.. Tunggu sebentar saya panggilkan dokter " kata seseorang yang berpakaian pelayan kepada Dirga.

Setelah beberapa menit dokter datang dengan buru-buru lalu segera mengecek kondisi Dirga, betapa terkejutnya dokter itu. Ia mengatakan bahwa semua penyakit yang di derita oleh Dirga sembuh secara drastis.

Dirga yang tidak tau apa-apa hanya diam, lalu melihat pelayan itu yang tidak asing baginya.

"Si-... Siapa?? " tanya Dirga kepada pelayan di sampingnya.

" saya Leon tuan muda, Leon Violetta " mata Dirga langsung membelalak.

'Tunggu, Leon Violetta, bukankah itu nama pelayan Indonesia!! Kakak yang di benci oleh adiknya dan di jauhi oleh semua orang... Da-dan yang lebih parahnya lagi bukankah character itu buatan dari adikkuu!! Berarti... AKU MASUK KEDALAM NOVEL BUATAN ADIKKU!!!'

TBC

Hai haiii...

Maaf ya guys alurnya agak berantakan, hehe maklum baru pertama kali membuat.. Terima kasih yang sudah mampir.. See youu

Masuk ke dalam novel BLHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora