opening

37 10 2
                                        




Bas sedang duduk santai di kursi taman dekat sungai universitasnya, bersenandung riang sambil menikmati ayam goreng hasil jarahan dari sahabat karipnya, pie.

Pipinya mengembung karna terlalu penuh oleh setiap suapan ayam goreng, tangan satunya sibuk berkirim pesan dengan gengnya.

Pipinya mengembung karna terlalu penuh oleh setiap suapan ayam goreng, tangan satunya sibuk berkirim pesan dengan gengnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Bas menutup obrolan grup kecebong cmu.

Kenapa kecebong?

Itu idenya liew, menurut liew geng ini isinya orang-orang pendek yang doyan main air, kayak kecebong katanya.

Kalau ada yang protes? Anaknya pasti ngambek, jadi biarin aja. Biar happy anak orang.

"Kelasnya phi eart selesai jam 2 kan?" gumam bas, melirik ke arah matahari lalu cemberut.

Tau gitu dia gak akan setuju buat nunggu disini, panas.

Tiba-tiba suara yang berhasil buat bulu kuduk bass merinding terdengar, ringan dan dekat.

Bas melirik panik ke arah kakinya

"Meowww"

Dengan mata berbinar menatap ke arah bass, si kucing oranye ngulurin paw kecilnya buat megang sepatu Bas.

Bass yang kaget langsung menjerit dan refleks menaikkan kakinya ke kursi.

"Meoww mau ayam ya? Nih, tapi jangan ke sini. Huss husss."

Tapi karna tangan bas gemetar, ayam itu justru terjun di atas kursi. Bukan kebawah tempat kucing itu berada.

"Sialan... jangan naik, meoww baik.. Aaahhhhhh-"

Bas menjerit heboh saat kucing oranye itu melompat ke atas kursi.

Bas berdiri di atas kursi, kakinya otomatis mundur sampai kakinya membentur rest tangan.

Jatuh dengan mengenaskan, kakinya kesleo, jatuh ke tanah berlapis rumput hijau dengan bokong yang mendarat duluan, ayam didalam kantung yang masih tersisa berhamburan. Sayang banget padahal hasil malak.

Harusnya, ya harusnya begitu.

Bas memang jatuh, tapi dia berhasil ditangkap oleh seorang dengan tangan besar, melingkari pinggang bas untuk mencegah dirinya jatuh mengenaskan dengan bokong dualan yang mendarat.

Sebelah kakinya masih tersampir di rest tangan, sementara kaki satunya sudah menapak tanah.

Bas melirik kucing oranye yang sudah lari membawa ayam goreng, menghilang dibalik pohon.

Disisi lain sisa ayam.gorengnya berhamburam di atas rumput, dengan tumpahan ice americano.

Lalu bas melirik lengan besar yang melingkari pinggangnya, tangan besar berurat dengan jam tangan mahal melingkari pergelangannya.

Lalu dia mendongak ke atas, melilah orang yang berhasil menyelamatkannya dari tragedi jatuh dengan tragis dan memalukan.

Detik berikutnya bas mengumpat dala hati.

Mending jatuh mengenaskan aja deh kalau gini.

Dia, johan. Mahasiswa dokter tahun ke 4 yang biasanya jarang berada dikampus ini menatap bas dengan raut kesal.

"Phi johan" bas tersenyum canggung.

"Bas"

Mendengar teriakan oat, bas langsung melesat dari hadapan johan.

"Maaf, phi. Nanti minumannya aku ganti" teriak bas sambil berlari, meninggalkan johan yang masih berdiri ditempat. Tangannya masih melayang di udara tepat dimana pinggang bas tadi berada.

Setelah bas menghilang bersama oat, johan berbalik. Memandang pond yang berdiri tepat dibelakangnya

"Semua teman pacarmu seceroboh itu, ya?"



Haiiihaiiii
Aku balik dan coba post cerita lain lagi.
Tadinya aku masih bingung mana dulu yang mau aku post..
Tapi kayaknya, ini dulu ya?
Btw aku pengen tanya sama kalian,
Gaya bahasaku aneh gak sih?

cat lovers(?)Stories to obsess over. Discover now