1) Peorthna, Saena dan Saenta

163 28 8
                                        

⚠️Disclaimer ⚠️
Semua tokoh, tempat, dan kejadian adalah fiksi!!! Karangan seorang Author tanpa ada sangkut paut dengan sejarah dan apa yang sebenarnya terjadi.

Jika ada kesalahan dalam informasi, bahasa, atau kesamaan Karakter...tolong di tegur, karena Author sendiri juga masih harus banyak belajar.

Don't forget to vote and coment sebagai bentuk dukungan.

Enjoy...

Enjoy

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

1879

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

1879.

Pulau Jawa berdiri di bawah langit tropis dengan jejak pemerintahan Hindia Belanda yang melekat hampir di setiap sudut kehidupannya.

Tanah yang seharusnya subur dan makmur itu telah lama berada di bawah kekuasaan yang bukan miliknya.

Hamparan sawah, perkebunan, dan hutan membentang dari pesisir hingga pedalaman menjadi bagian dari kehidupan kolonial yang terus berkembang di atas tanah Jawa.

Di kota-kota besar, bangunan pemerintahan bergaya Eropa berdiri megah. Jalan-jalan mulai dipenuhi kendaraan bermotor, trem melintas di beberapa wilayah, sementara kereta api membawa hasil bumi dari pedalaman menuju pelabuhan.

Pada masa itu, masyarakat Jawa hidup dalam lapisan-lapisan yang terbentuk begitu jelas, dengan orang-orang Belanda berada di puncak kehidupan kolonial.

Mereka menduduki jabatan penting, memiliki perusahaan dan perkebunan, serta menikmati fasilitas yang tidak mudah dijangkau oleh masyarakat pribumi.

Di bawah mereka terdapat golongan masyarakat pribumi yang memiliki kedudukan tinggi. Terutama para priyayi, pejabat pemerintahan, dan keluarga yang mempunyai hubungan dekat dengan keraton.

Dan jauh di bawah semua lapisan tersebut, sebagian besar rakyat Jawa menjalani kehidupan yang sederhana.

Mereka bekerja sebagai petani, buruh perkebunan, pedagang kecil, tukang, kusir, pembantu rumah tangga, dan berbagai pekerjaan lain yang membuat roda kehidupan kolonial terus berputar.

Salah satu jabatan yang memiliki pengaruh besar saat itu adalah seorang Resident.

Residen-residen ini membawahi para bupati bangsa pribumi yang mengepalai wilayah kabupaten. Wewenang dari residen itu sendiri untuk menjalankan tugas-tugas dalam bidang administrasi, pemerintahan, fiskal, peradilan, dan kepolisian.

Pribumi | PerthsantaStories to obsess over. Discover now