BAB 1

22 4 0
                                        

Maverick Algara

Maverick Algara adalah pria berusia 24 tahun dengan wajah tampan, rahang tegas, serta tatapan mata tajam yang sering membuat orang enggan berlama-lama menatapnya. Ia memiliki kehidupan yang bebas dan tidak terlalu peduli dengan aturan.

Maverick lebih senang menghabiskan malamnya di luar. Club, pesta, minuman, dan kehidupan malam sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Karena tidak ingin terus berada di bawah pengawasan orang tuanya, ia memutuskan untuk tinggal di apartemennya sendiri.

Namun Maverick tidak benar-benar tinggal sendirian.
Ada Haelmi Axara yang selalu berada di sisinya.

Maverick memaksa Haelmi untuk tinggal bersamanya. Bukan karena ia memperlakukan Haelmi dengan baik, melainkan karena ia terbiasa menjadikan Haelmi sebagai tempat untuk melampiaskan segala emosi dan kekesalannya.

Maverick bahkan memaksa Haelmi menjadi kekasihnya.

Anehnya, di saat ia menuntut Haelmi untuk tetap berada di sisinya, Maverick sendiri justru tidak pernah benar-benar setia. Ia sering berselingkuh dan bahkan terlihat jauh lebih peduli terhadap selingkuhan-selingkuhannya dibandingkan Haelmi.

Bagi Maverick, Haelmi seolah seseorang yang akan selalu ada kapan pun ia membutuhkannya.

Dan Haelmi tidak pernah benar-benar tahu apakah dirinya dicintai atau hanya dianggap sebagai seseorang yang tidak akan pernah pergi.

Haelmi Axara

Haelmi Axara adalah seorang pria berusia 20 tahun yang memiliki sifat sangat berbeda dari Maverick.

Sejak kecil, Haelmi sudah kehilangan kedua orang tuanya dan tumbuh sebagai seorang yatim piatu. Mungkin karena itulah Haelmi tumbuh menjadi sosok yang lembut, penyayang, dan sangat menghargai keberadaan seseorang yang ia cintai.

Haelmi mencintai Maverick dengan tulus.
Bahkan ketika Maverick bersikap kasar kepadanya, Haelmi tetap memilih bertahan. Ia selalu mencoba memahami perubahan suasana hati Maverick, meskipun dirinya sendiri sering menjadi sasaran ketika Maverick sedang marah.

Haelmi tahu Maverick sering berselingkuh.
Ia tahu Maverick bisa bersikap sangat berbeda kepadanya dibandingkan kepada orang lain.

Namun Haelmi tetap tidak mampu meninggalkannya.

Bukan karena ia tidak pernah terluka, tetapi karena sebagian dirinya masih berharap bahwa suatu hari Maverick akan benar-benar melihat dirinya sebagai seseorang yang berharga.

****

Kehidupan mereka dimulai saat Maverick memutuskan untuk pergi dari rumahnya.

"Erick, kamu itu putra satu-satunya kami. Kalau bukan kamu, siapa lagi yang akan melanjutkan perusahaan Ayah?" ucap Roshan Algara, pria yang hampir menginjak usia lima puluh tahun dan merupakan ayah Maverick.

"Sudah saya bilang, hidup saya bukan hak kalian untuk mengaturnya," balas Maverick dengan tegas.

"Nak, tolonglah. Kami hanya meminta kamu berhenti dari pekerjaan yang tidak jelas itu," ujar Navira Algara, ibu Maverick sekaligus istri Roshan.

"Sudahlah. Tidak usah mengurus hidup saya lagi. Kalau kalian memang tidak mau menerima pilihan saya, lebih baik kita berhenti sampai di sini."

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Maverick langsung melangkah keluar dari rumahnya tanpa sedikit pun menoleh ke belakang. Tidak ada rasa bersalah yang terlihat di wajahnya.

Roshan dan Navira hanya bisa terdiam. Keduanya menghela napas panjang sambil memandangi kepergian putra semata wayang mereka.

Dalam hati, mereka menyadari bahwa mungkin semua ini juga merupakan kesalahan mereka. Sejak kecil, Maverick selalu mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Mereka terlalu memanjakannya hanya karena satu alasan-Maverick adalah satu-satunya anak yang mereka miliki.

The true homeStories to obsess over. Discover now