Mereka yang Tidak Datang dari Negeri Jauh

1 0 0
                                        

Namaku Noky.
Aku pernah berpikir bahwa orang jahat selalu terlihat jahat.
Aku kira mereka memiliki wajah menyeramkan, suara keras, dan tatapan yang membuat orang takut.
Ternyata aku salah.
Orang jahat bisa tersenyum.
Bisa bercanda bersama kita.
Bisa menanyakan kabar.
Bahkan bisa mengatakan,
"Aku selalu ada buat kamu."
Sebelum akhirnya menjadi alasan kita menangis diam-diam.
Semuanya dimulai dari sekolah.
Sekolah yang dulu kupikir adalah tempat paling aman untuk menjadi diriku sendiri.
Aku punya seorang teman bernama Arga.
Kami sudah berteman sejak kelas tujuh.
Dia orang pertama yang mengetahui hampir semua tentang hidupku.
Tentang keluargaku.
Tentang cita-citaku.
Tentang ketakutanku.
Bahkan tentang mimpi kecil yang selalu kusimpan sendiri.
Aku ingin menjadi seseorang yang bisa dibanggakan.
Aku ingin pergi jauh.
Aku ingin kuliah di tempat yang selama ini hanya berani kutulis di halaman belakang buku.
UGM.
Itu mimpiku.
Dan Arga tahu itu.
"Kalau nanti kamu jadi mahasiswa UGM, jangan lupa sama gue," katanya suatu hari.
Aku tertawa.
"Mana mungkin."
"Serius."
"Iya, iya. Kalau aku sukses nanti, gue traktir lo."
Kami tertawa bersama.
Saat itu aku tidak tahu...
bahwa beberapa bulan kemudian, orang yang sama akan menjadi alasan aku mempertanyakan apakah mimpi itu pantas untukku.

BUKAN PENJAJAHStories to obsess over. Discover now