Prolog

10 2 1
                                        

Restoran itu terlalu mewah untuk sekadar menjadi tempat pertemuan dua orang yang sedang menyusun rencana untuk membatalkan perjodohan.

Seluruh ruangan telah dipesan malam itu. Meja makan di sudut restoran ditempati oleh dua orang yang sama-sama tidak menunjukkan sedikit pun ketertarikan satu sama lain.

Zavier duduk dengan tenang, punggung bersandar pada kursi. Tatapannya tertuju pada layar ponsel, seolah keberadaan Grace di hadapannya tidak lebih penting daripada pesan-pesan pekerjaan yang memenuhi layar.

Sementara Grace sibuk mengaduk minumannya tanpa benar-benar meminumnya.

Ini bukan pertama kalinya mereka berada dalam situasi seperti ini.

Bahkan, keduanya sudah kehilangan hitungan.

Kencan palsu kesekian kalinya.

Senyuman palsu di depan keluarga. Percakapan yang dibuat seolah mereka saling menyukai. Tatapan yang sengaja diberikan ketika orang tua mereka memperhatikan.

Semua hanya sandiwara.

Sebab kenyataannya, Zavier dan Grace bahkan tidak tahan berada dalam satu ruangan terlalu lama.

"Aku tidak akan menikah denganmu."

Suara Grace memecah keheningan.

Zavier mengangkat pandangan dari ponselnya. Wajahnya tetap datar.

"Aku juga tidak pernah berniat menikah denganmu."

"Bagus."

"Bagus."

Keduanya terdiam.

Ego mereka terlalu tinggi untuk mengakui bahwa mereka sebenarnya memiliki tujuan yang sama.

Grace meletakkan sendoknya. "Jadi, bagaimana caranya?"

Zavier menyandarkan tubuhnya ke kursi, lalu menatap Grace dengan tatapan dingin.

"Kita buat mereka yang membatalkan perjodohan ini."

Grace mengangkat sebelah alis.

"Tanpa membuat keluarga kita curiga?"

"Tanpa membuat mereka berpikir kita sedang bekerja sama."

Grace terdiam sejenak.

Rencana itu terdengar masuk akal.

Namun ada satu masalah.

"Kita harus tetap menjalankan kencan palsu ini?"

Zavier mengangguk singkat.

"Untuk sementara."

Grace mendengus pelan.

"Menjengkelkan."

"Setuju."

Mereka kembali terdiam.

Di balik jendela besar restoran, lampu-lampu kota terlihat berkilauan. Dari luar, mereka mungkin tampak seperti pasangan sempurna yang sedang menikmati makan malam romantis.

Tidak ada yang tahu bahwa di balik meja itu, dua orang yang sama-sama keras kepala sedang merencanakan bagaimana cara menghancurkan masa depan yang telah dipilihkan untuk mereka.

Dan mereka belum tahu satu hal.

Rencana untuk menggagalkan perjodohan itu justru akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit daripada sekadar kencan palsu.

- BLACK AND WHITE -

               - BLACK AND WHITE -

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Name: Zavier Louis Zendrato

Age: 26 y.o

Position: CEO of ZEN Corporation

Personality: INTJ

• Only Son

Name: Alexandra Gracelyn

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Name: Alexandra Gracelyn

Age: 24 y.o

Position: Owner of AG Restaurant

Personality: ESFP

• Only Daughter


- BLACK AND WHITE -

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 2 days ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BLACK AND WHITEStories to obsess over. Discover now