--°~•~°--
Hari pertama sekolah baru seharusnya menjadi hari yang menyenangkan. Setidaknya, begitu kata orang-orang.
Bagi Azura Selene Aetherion, atau biasa dipanggil Zura, hari pertama masuk SMA justru dimulai dengan satu masalah sederhana.
Dia bangun kesiangan.
"ADEKKK!"
Suara Jeffry Aurelius Aetherion, kakak tertuanya, menggema dari lantai bawah.
"DEKK!"
Tidak ada jawaban.
Jeffry menaiki tangga, dua anak tangga sekaligus.
"DEK, BANGUN!"
Suara ketukan pintu terdengar dua kali. Zura yang masih meringkuk di balik selimut hanya menggumam pelan. Jeffry membuka pintu sedikit, lalu perlahan masuk ke kamar adiknya.
"BANGUN, DEKK!" teriaknya sambil menarik selimut yang membungkus tubuh Zura.
"Enghh... berisik, Mas. Jam berapa sih?" Zura mengucek matanya tanpa membuka mata sepenuhnya.
"Jam enam lewat, Dek. Matahari udah hampir nyampe atas kepala kamu."
"Hah?"
Zura langsung membuka mata. Ia buru-buru bangun sampai rambutnya berantakan ke segala arah.
"KENAPA MAS NGGAK BANGUNIN DARI TADI?!" protesnya sambil menatap Jeffry sengit.
Jeffry memijat pelipisnya.
"Udah dari tadi, Mas teriak-teriak bangunin adek."
"Terus kenapa adek baru bangun?!"
"Karena adek tidur."
Zura terdiam.
"Ya... terus kenapa Mas nggak bangunin dari tadi?"
Jeffry menatapnya datar.
"Azura."
"Iya?"
"Mas udah masuk kamar kamu tiga kali."
Zura menggaruk kepalanya.
"Oh."
Jeffry hanya menghela napas panjang.
Zura langsung turun dari kasur sambil meraba-raba meja di sampingnya mencari ponsel.
"Abang udah siap, Mas?"
"Sudah dari tadi. Kalau kamu lama siap-siap, Abang sama Mas tinggalin."
Juan Esteban Aetherion, kakak kedua Zura, menyahut dari balik pintu. Ia rupanya sudah berada di sana sejak tadi, tetapi Zura sama sekali tidak menyadarinya.
"Jangan gitu, Bang Jju."
"Makanya cepat mandi."
Zura mengambil handuk dan berlari kecil menuju kamar mandi. Namun baru beberapa langkah, ia berhenti di depan pintu dan menoleh lagi.
"Kenapa?" tanya Jeffry.
"Seragam?"
Jeffry menghela napas. "Seragam adek udah siap."
Ia menunjuk kursi di dekat meja belajar Zura.
"Seragam, kaus kaki, sama dasi udah ada. Sepatu juga udah di bawah."
Zura menoleh. Seragamnya memang sudah terlipat rapi.
"Bunda baik."
Jeffry langsung berbalik menuju pintu.
ESTÁS LEYENDO
As We Grow
FanfictionAwalnya mereka cuma saling tahu-karena kakak, adik, teman, dan lingkungan yang sama. Sampai perlahan, dua circle yang berbeda mulai semakin dekat, dan hari-hari biasa mereka berubah menjadi awal dari banyak hal yang tidak pernah mereka rencanakan. m...
