"Halo, Juno. Gue Selena, istri lo dari masa depan."
"Nggak usah di Sore-Sore 'kan, lah."
Junario Kevin Gutomo berkata sengit ketika ia mendapati gadis itu di depan pintu apartemennya dengan cengiran lebar sambil melambaikan tangan.
"Muka lo sama gosokan Mbak gue di rumah juga kucelan muka lo, nyet. Semringah dikit napa sih kalo ketemu gue?" semprot gadis itu galak. Matanya melotot kesal tapi omelannya tidak memberi dampak banyak pada ekspresi kecut di wajah Juno.
"Lo ngapain ke sini?"
"Menyapa tunangan?"
"Gue bukan tunangan lo, dan kalo yang lo maksud itu adalah gue, gue tetap nggak butuh disapa sama lo."
"Gue baru balik dari Italia dan sambutan kasar lo benar-benar menyebalkan, lo tahu itu, kan?"
"Gue nggak berniat menyambut lo. Lo yang datang tiba-tiba tanpa diundang ke tempat gue."
Selena Padmanika Agra menghela napas pendek sambil melipat kedua tangan di depan dada.
"Apa ini karena foto-foto gue sama Rexy yang bocor di media?"
"Gue nggak peduli soal itu."
"Lo mungkin sangat peduli karena lo kelihatan kayak cowok yang lagi cemburu."
"Gue. Nggak. Cemburu."
"Lo kelihatan manis kalo lagi cemburu."
"Apa seseorang udah pernah memberitahu lo kalo lo sangat delusional? Kalo belum, biar gue kasih tahu kalo lo sangat-sangat-sangat delusional."
Selena mengibaskan tangan tak peduli dan memilih untuk menerobos masuk karena pertahanan Juno memang tidak pernah sekuat niatnya.
"Gue membawa wine dari perkebunan anggur Mr. Lorenzo sebagai hadiah. Ayo minum bareng, fiance."
"I TOLD you before. I'm not your fiance,"
"Apa maksud lo? Kita udah dijodohin sebelum kita lahir karena kakek kita bikin perjanjian itu."
"Gue berniat membatalkannya."
"Silahkan. Tapi lo yakin? Warisan lo bakal dibekukan dan lo bakal diasingkan ke private island selama 7 tahun sebagai gantinya." jawab Selena tenang sebelum mengambil satu sumpit untuk mengunci gelungan rambut hitamnya santai sementara Juno berakhir melengos pendek. "Gue bakal menemukan caranya."
Selena tersenyum kecil, "Sure. Lo pasti menemukan caranya." sahut gadis itu tidak peduli dan memilih mengambil dua gelas wine dan meletakannya di atas meja sambil bersenandung riang.
"Apa cuma gue yang merasa dirugikan dalam perjodohan ini?" semprot Juno kesal. "Kenapa lo nggak berpikir untuk membatalkannya juga? Lo jelas menyukai lelaki brengsek itu."
"Lelaki brengsek yang mana, hm?"
"Yang bersama lo di Italia."
"Jadi beneran cemburu, ya?" tanya Selena geli. Gadis itu menuangkan wine yang ia bawa ke dalam gelas sebelum menggoyangkannya lembut sementara Juno kembali mengomel.
"Gue nggak cemburu. Gue cuma nggak mengerti kenapa lo berniat buat meneruskan pertunangan ini kalau hati lo sibuk berkelana ke sana kemari."
"Itu dia. Kalau berkelana berarti harus punya tempat pulang, kan? Gue menetapkan lo sebagai tempat pulang."
"Gue nggak tertarik jadi tempat pulang lo." balas Juno sengit. Lelaki itu berjalan menuju kulkas untuk mengambil air dingin sementara Selena menyesap wine miliknya perlahan.
"Kenapa nggak coba dulu?"
"Coba dulu? Sorry. Gue nggak berminat jadi mainan lo yang ke 101."
Selena mengangkat alisnya dan menoleh ke arah lelaki itu, "Wah. Gue nggak tahu kalo lo diam-diam ngikutin gosip tentang gue."
"Semua orang tahu kalau putri bungsu keluarga Agra adalah tokoh sensasional yang gemar membuat masalah di mana pun dia berada. Itu sebabnya media memberi lo julukan itu. Selenaster—it's combine Selena and Disaster."
Selena memutar kedua bola matanya malas, "seenggaknya gue nggak pernah menjadikan kantor polisi sebagai rumah kedua gue."
Juno mendelik sebelum berseru tak terima.
"Gue kesana untuk pekerjaan bukan bikin onar!"
Selena mengibaskan tangan saja, "selama ini, lo aman karena gerak-gerik lo nggak diawasi media dan kehidupan lo sebagai anak semata wayang keluarga Gutomo terlindungi. Sekali lo debut, hidup lo akan kacau balau juga kayak gue."
"Itu dia. Gue nggak akan membuat hidup gue jadi kacau balau kayak hidup lo." balas Juno dengan senyum masam. "Gue bakal tetap hidup tenang tanpa sorotan media dan jauh dari kegaduhan."
Selena meletakan gelas wine tersebut di meja sebelum bersandar nyaman pada sofa, "jadi itu sebabnya diasingkan ke private island tidak terdengar seperti hukuman buat lo."
YOU ARE READING
selenaster
Romance"Halo, Juno. Gue Selena, istri lo dari masa depan." - lee sui as selena padmanika agra "Nggak usah di Sore-Sore 'kan, lah." - kim juhoon as junario kevin gutomo
