bab~3

1 0 0
                                        

Sebuah tangan hangat mengelus wajahnya dengan penuh kehati hatian takut melukainya sedikit saja.

Kelopak mata yang tadinya sedikit memburam, akhirnya bisa melihat dengan jelas, memperlihatkan warna mata biru laut yang memenangkan untuk dilihat siapapun itu.

Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan seorang pria jakung / pria dewasa yang sangat dekat dengannya.


" Baby Samuel "

Samuel melihat wajah tampan itu yang terlihat dingin namun memancarkan kelembutan disana dan matanya terlihat memerah akibat menangis terlalu lama namun berusaha disembunyikan darinya.

Entah mengapa ketika melihatnya, Samuel merasa tidak nyaman melihat pria didepannya menangis.

Samuel yang ingin menggapai wajah didepannya untuk menghapuskan air mata yang ada disana, namun disaat ingin menggapainya tangannya tidak bisa digerakan sama sekali dan itu membuat Samuel prustrasi karenanya.

Daddy axel yang melihat itu pun menggapai tangan mungil itu dan menaruhnya diwajahnya dan mulai mengusapkan wajahnya dengan hati - hati ketangan putranya itu.

Samuel yang diperlakukan seperti itu membeku dibuatnya karena dirinya dulu tidak pernah diperlakukan seperti itu dan membuatnya meneteskan air mata karena memikirkan masa lalunya.

Sayang jangan nangis hmmm ucap daddy axel yang mulai menghapus air mata dipipi sedikit cubiy milik putranya itu dengan perlahan.

Samuel yang penasaran dengan pria dewasa didepannya ini berusaha mengeluarkan suaranya untuk berbicara di alat kantup bicara yang menyambung dengan alat ventilator yang ada dimulutnya itu dengan susah payah akhirnya suaranya bisa keluar walaupun terbata- bata.

S- i-a- p-a ucap Samuel lirik yang keluar dari kantup bicara yang terpasang di alat ventilatornya.

" Huhh... Sayang kenalin ini daddy kamu nama daddy axel or Alexander biasa dipanggil daddy axel sayang ucap daddy axel dengan
lembut disertai mengusap rambut Samuel yang halus dan wangi.

Ditengah kerinduan itu sampai terdengar ketukan ✊dipintu " Tuan saya mengantarkan makan Siang" Ucap orang dibalik pintu itu.

Masuk ucap daddy axel dengan dingin.

Seorang di balik pintu itu pun masuk setelah dipersilahkan oleh tuan besarnya dan terlihatlah seorang hampir sepantaran daddy axel masuk mengenakan baju jas sedikit rapi dibajunya dengan membawa beberapa tentengan dikedua tangannya yang berisikan makanan untuk tuannya itu.

" Ini makanannya bos ucap sang asisten kepercayaan daddy axel dengan nada santai karena sudah biasa berbicara seperti itu karena mereka sudah bersahabat sejak lama pada masa sma sampai sekarang, sang asisten bernama daren Xing mahendra berstatus jomblo ngenes belum mendapatkan pasangan sama sekali ya karena dia belum mau untuk pacaran, karena masih ingin terus mengabdikan dirinya kepada axel sang sahabat dekatnya itu.

Cepat makan nanti kalau kamu sakit siapa yang nanti merawat baby Sam, nanti baby Sam ngambek lo sama kamu ucap daren sambil menyeret daddy axel layaknya kucing menuju sofa yang ada disana dan mendudukkannya disofa itu dan langsung menyodorkan makanan kehadapan daddy axel dan diterima dengan baik oleh daddy axel.

Daren juga ikut makan disamping daddy axel, dan setelah selesai dia langsung mencuci tangannya dengan sabun steril dan langsung menuju brangkas baby Samuel dan duduk di salah satu kursi didekat ranjang baby Samuel.

Baby Sam perkenalkan nama om daren Xing mahendra bisa dipanggil om daren, om adalah sahabat daddy kamu dan sekaligus asisten daddy kamu baby ucap daren juga dengan nada lembut dan penuh kehati hatian.

M- a- k- a-s-i- h o- m telah memperhatikan daddy ucap Samuel dengan nada terbata- bata.

Baby gk perlu makasih sama om itu sudah jadi tugas om untuk mengingatkan daddy axel untuk menjaga dirinya sendiri dan sekarang tugas baby Sam hanya istirahat dan fokus dalam menyembuhkan diri.

Daddy axel yang sudah selesai sarapan kemudian mencuci tangannya dengan sabun steril, dan setelah selesai berjalan menuju kursi satunya dan duduk disana sambil menggenggam tangan mungil milik putranya itu lalu menciumnya dengan berulang kali dan sambil mengusapnya dengan lembut.

" Baby ,jangan pernah ada niatan untuk meninggalkan daddy oke? Ucap daddy axel dengan tatapan sedikit sendu setelah mengucapkan itu.

" Sam gk akan ninggalin daddy, kalau takdir yang memisahkan kita berdua daddy harus menerima hal itu, tetapi daddy jangan sedih,Sam gk suka lihat daddy sedih ucap Samuel didalam hatinya.

Daddy axel kemudian mengelus pelan pucuk kepala putra bungsunya itu dan berkata " Tidur lah sayang" Daddy akan menemani mu.

Bagaikan mantra sihir , ucapan itu membawa rasa kantuk yang sangat berat pada samuel. Ia kemudian menutup matanya dan jatuh kedalam alam mimpi.

Segini dulu ya teman - teman kalau aku ada waktu nanti aku lanjutkan

Jangan lupa vote dan komentarnya sangat kutunggu- tunggu


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 18 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Transisi JiwaStories to obsess over. Discover now