Aroma kopi membumbung tinggi di rooftop salah satu gedung tua di kota manusia.
Jeong Taeui. Devil bersayap hitam legam yang ujung sayapnya sedikit melengkung konyol sedang sibuk mengunyah roti lapisnya. Di sebelahnya, Ilay Riegrow duduk dengan angkuh. Dua pasang sayap putih bersih milik Ilay terbentang anggun, berkilau di bawah sinar matahari sore.
Sejak Perjanjian Damai Langit & Neraka disahkan, bumi jadi wilayah netral. Namun, Petinggi Neraka sudah angkat tangan mengurus Taeui. Devil yang satu ini terlalu ceroboh.
Minggu lalu, dia salah melafalkan mantra, dan terjadilah pembakar hingga memicu sistem sprinkler museum seni. Dua hari lalu, sayapnya tersangkut di kabel listrik sampai seluruh blok megalami mati lampu.
Solusinya? Tentu saja menugaskan Ilay Riegrow, Angel tingkat tinggi yang paling disegani, dingin, dan dikenal tidak suka disentuh untuk menjadi "penjaga" Taeui.
"Ilay, kau punya korek?" gumam Taeui sambil menyelipkan batang rokok di bibirnya.
Ilay tidak menjawab. Mata abunya yang tajam hanya menatap Taeui datar. Tanpa bersuara, Ilay mengangkat jemarinya. Percikan api suci yang anggun menyala di ujung telunjuknya, lalu mengarah mendekati ujung rokok Taeui.
"Terima kasih," cengir Taeui, menyedot rokoknya santai.
"Kau Devil paling tidak berguna yang pernah kulihat." suara Ilay terdengar halus namun berat, memecah hening.
"Bahkan untuk menyalakan api dari dalam dirimu sendiri saja kau gagal."
"Hei! Aku bisa ya! Cuma tadi pagi aku lupa membaca mantra- WOAH!"
Taeui yang bersemangat berdiri untuk membela diri malah kehilangan keseimbangan. Kakinya tersandung batas pembatas rooftop. Tubuhnya langsung meluncur ke bawah dari ketinggian lantai belasan.
Satu detik
Dua detik
Ilay bahkan tidak panik. Sambil menghela napas panjang, Archangel itu melangkah santai ke tepi rooftop, mengepakkan sayap cantiknya sekali, lalu meluncur cepat menangkap pinggang Taeui tepat sebelum si Devil menghantam papan reklame toko baju.
BRUK.
Mereka mendarat di gang sempit yang sepi. Ilay masih merengkuh pinggang Taeui, sementara Taeui tertawa meringis sambil memegangi belakang kepalanya.
"Hampir saja... Refleksmu bagus juga, Ilay." kekeh Taeui tanpa rasa takut sedikit pun
Ilay menatap wajah polos di depannya. Jemari panjang Ilay yang terbungkus sarung tangan hitam mengusap pipi Taeui yang terkena jelaga, lalu mencubitnya gemas hingga Taeui meringis kesakitan.
"Kalau sampai kau membuat sayapmu patah karena keteledoranmu sendiri, aku yang akan mematahkan sisanya, Jeong Taeui." bisik Ilay dingin di telinga Taeui, tapi dekapan di pinggang si Devil malah semakin erat.
"Aduh aduh-! Sakit Ilay!" Taeui memegangi pipinya yang memerah akibat cubitan gemas sang Archangel. "Kau ini Angel atau Devil sih? Galak sekali!"
Ilay hanya menyeringai kecil sebuah pemandangan langka yang bisa bikin ribuan Angel di Langit pingsan massal karena terkejut. Senyum tipis itu selalu punya arti berbahaya, tapi Taeui sudah terlalu terbiasa untuk merasa takut.
"Aku cuma memastikan otakmu tidak makin bergeser setelah hampir jatuh tadi" sahut Ilay santai.
Tangan kirinya masih melingkar protektif di pinggang Taeui, membawanya kembali berdiri tegak sebelum akhirnya melepaskannya perlahan.
Taeui menepuk-nepuk debu di celana jeansnya, lalu mencoba mengepakkan sayap hitamnya buat menguji kondisi. Tapi baru sekali kepakan in sayap nya
YOU ARE READING
Iltae | Oneshots
FanfictionMy first fanfic cuz I am bored and love Iltae Oneshot Iltae | Ilay RieGrow × Jeong Taeui Update sesuai mood, ide sesuai ngalir di otak, genre sesuai kondisi Buat ini karena aku suka mereka XD
