Cerita ini hanya fiksi. Karakter di dalam cerita tidak ada sangkut paut dengan real life.
Jihoon menatap coklat yang ia genggam dengan senyum yang sedikit meremehkan. Kemudian ia melemparkan coklat tersebut ke meja yang diisi oleh sepasang kaki milik temannya, membuat sang empu kaki yang semula fokus pada ponselnya itu terkejut.
"Wah dari degem lo yang mana lagi ini, Ji?" tanya Junghwan, mahasiswa semester 7 di jurusan dan tingkatan yang sama yang sama dengan Jihoon, Teknik Mesin.
Selain mereka berdua, ada juga Jeongwoo manusia yang sering heboh dan suka flirting kepada banyak mahasiswa di kampus.
Jihoon mendudukkan dirinya di samping Jeongwoo, mengintip sedikit ke ponsel milik Jeongwoo yang membuat si pemilik senyum-senyum sendirian.
"Cewe mana lagi yang lo incer, Woo?" tanya Jihoon acuh.
"Cowo ini, manis banget gila. Tapi cuek sialan" jawab Jeongwoo.
Jihoon terkekeh "Makanya tobat, semua orang lo godain, jadi gak percaya kan anak orang"
"Kayak hidup lo bener aja, nyet" Jeongwoo berdecak kesal.
"Seenggaknya gue gak pernah mainin perasaan orang, man" jawab Jihoon masih dengan kekehannya.
"Kenapa lo gak coba pacarin degem-degem lo itu?" tanya Junghwan yang telah selesai menghabiskan satu batang coklat milik Jihoon.
"Gak minat" Jihoon menjawab seadanya, kemudian ia mengeluarkan ponsel dari sakunya.
"Padahal ada itu loh yang cantik banget, anak kedokteran. Siapa sih namanya itu" Junghwan mencoba mengingat-ingat.
"Jangan bilang si Doyoung?" tanya Jeongwoo.
"Nah iya itu, Doyoung, yang sepaket sama sahabatnya yang miring itu" Junghwan membenarkan.
"Gak setara banget anjir" timpal Jeongwoo, membuat Jihoon meliriknya.
"Doyoung secantik dan semanis itu, harus disandingin sama abang2an bengkel compang-camping kayak Jihoon" sambung Jeongwoo, kemudian Jeongwoo dan Junghwan tertawa membuat Jihoon mendengus kesal.
Dasar tidak sadar diri. Itulah ungkapan hati Jihoon untuk kedua sahabatnya.
***
"Doy, ayo pulang" Asahi, lelaki Jepang yang sering menggunakan masker miring karena terburu-buru itu merangkul sahabatnya, Doyoung.
"Duluan deh, gue mau naro ini ke lokernya kak Jihoon" Doyoung memperlihatkan kotak bekal yang dipegangnya kepada Asahi.
"Emang si Jihoon Jihoon itu masih ada di kampus?"
"Harusnya masih gak sih? Ini kan masih jam 10 pagi"
Benar, itu masih jam 10 pagi. Doyoung dan Asahi ke kampus hanya untuk menyerahkan laporan saja. Tapi meskipun demikian, Doyoung tetap bangun pagi-pagi buta untuk memasakkan Jihoon bekal.
"Terus lo mau ke Fakultas Teknik dulu?" tanya Asahi dan dijawab anggukan mantap dari Doyoung.
"Mau gue anter gak?" Asahi menawarkan.
YOU ARE READING
OPALITE [KYUHOON]
FanfictionJihoon manusia sangar yang cukup dikagumi serta ditakuti di kampus karena kekuatan dan keberaniannya, yang memiliki rahasia besar dibalik dirinya sendiri. Sampai suatu ketika rahasianya harus terbongkar karena Junkyu, kakak dari Doyoung si pria mani...
![OPALITE [KYUHOON]](https://img.wattpad.com/cover/414597823-64-k809962.jpg)