Just Fiction & Happy Reading..
****
Dalam kamar bernuansa krem pastel, dua gadis tengah berdebat sengit mengenai hal sepele. Rara, gadis yg lebih muda tengah mengomeli Heidi yg 2 tahun lebih tua darinya. Sumber masalah nya adalah karena Heidi terlalu dekat dengan Jazzy, yg se-frekuensi mengenai Je-jepangan.
"Ci, bisa ngga jangan terlalu Deket gitu sama Jazzy. Aku ngga suka loh"
Heidi hanya mengerutkan alisnya. "Kenapa? Lagian cuma dia yg mau ku ajak bahas Je-jepangan"
"Tapi, Ci. Cici kalo udah sama dia, Cici jadi lupain aku, ngga balas chat aku dan ngga angkat call aku. Aku ngga suka itu"
Heidi terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yg tak gatal. "Maaf deh, abisnya asik sih kalo udah bahas manga dan anime sama dia"
Rara mendecih. "Dasar Wibu, bau bawang huu" cibir Rara dengan muka kesal.
"Yaudah kalo aku Wibu bau bawang, jauh-jauh lah kamu"
"CK! Cici mah gitu!" rajuk Rara sambil memanyunkan bibirnya.
"Lah, katanya bau bawang. Hussh, ngga usah deket-deket katanya bau bawang"
Bukannya menjauh, Rara malah memeluk Heidi dengan erat sambil menyandarkan kepalanya ke bahu kiri Heidi. "Cici ngga peka banget!" Heidi hanya terkekeh merespon Rara.
Reflek Rara melepaskan pelukannya, menatap Heidi."Kok ketawa sih? Ngga da yg lucu ya, Ci"
"Kamu yg Lucu, Ra. Lucu banget" sambil mencolek dagu Rara, memicu munculnya rona merah di kedua pipi Rara.
"Apasih, Ci! Ngga usah begitu"
"Lah, kan emang lucu kamunya"
"Oh yaa? Terus kenapa kemarin aku bilang kalo diri aku lucu, Cici malah huek dan gesture mau muntah, hm?"
"Ya.. bedalah itu. Kalo kemarin tuh, kamu lebih ke tengil Ama kepedean, kalo barusan kan fakta. Kamu harusnya terima kasih dong, karena aku puji lucu"
Rara memutar malas bola matanya, "Iyaa, Cici. Makasih yaa, Cici" sambil memeluk Heidi lagi.
"Eh, apanih peluk-peluk, ngga- ngga ada yaa peluk malam ini. Soalnya kamu tadi ngatain aku bau bawang"
"Ih! Cici mah.. jangan dibahas lagi... Aku mau peluk.." rengek Rara sambil kekeh memeluk Heidi.
"Ngga, ogah. Ngga mau, kamu pulang sono kan aku bau, emang kamu mau tidur Ama aku yg bau bawang" Menghindar juga menahan Rara agar tak memeluknya namun gagal karena kalah dengan Rara yg bersikeras.
Rara memeluk Heidi yg mengalah pasrah itu."Ngga Ci. Ngga mau, Cici wangi" Menghirup dalam-dalam aroma parfum dari ceruk leher Heidi.
"Ra, geli ih! Lepas ngga!" Heidi memberontak namun Rara semakin mengeratkan pelukannya.
"Ngga mau! Cici selalu wangi dan pelukable"
Heidi menghela nafas. "Dasar Clingy."
"Biarin, kan ke Cici doang" sahut Rara sambil menyandarkan kepalanya ke bahu kiri Heidi. Keduanya pun saling diam dalam hangat pelukan itu. Deru nafas juga sahutan degup jantung dari keduanya yg terdengar.
"Ra.." Rara mendehem, merespon panggilan Heidi itu karena ia terlalu nyaman sehingga hampir terlelap.
"Ngga jadi"
"Dih! Apasih Ci?! Gaje banget" Heidi hanya terkekeh. Rara melepas pelukan mereka, menegakkan tubuhnya.
"Udah nih, peluk-memeluknya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BESTie Bae
Fiksi PenggemarHeidi merupakan sosok tertua diantara teman-temannya dan terkenal dengan kewibuannya. Selain hobi mengoleksi manga, dia juga pernah beberapa kali menjadi cosplayer. Dalam lingkup pertemanannya , Heidi sangat amat sefrekuensi dengan Jazzy yg juga suk...
