Bintang baru memejamkan mata ketika ponselnya berdering kencang "Twins" kontak sang penelpon, Bintang menyerngitkan kening, tumben sekali kembarannya menelephon di jam segini.
"Selamat malam, apakah ini dengan keluarga pemilik ponsel ini? nomor anda ada di paling atas pada riwayat panggilan"
Bintang terdiam, suara di samping sana bukan suara Kembarannya
"Benar, anda siapa? kenapa ponsel adik saya ada di tangan anda?" tanya Bintang, rasa kantuk yang tadi datang hilang begitu saja, pikiran Bintang di penuhi oleh hal-hal buruk namun ia tetap berusaha berpikir positif berharap ponsel bintang hanya terjatuh dan ada yang menemukannya
"Saya rika suster Rumah Sakit XX apakah Bisa anda datang ke kesini bersama keluarga,? korban dengan identitas Lintang Antariksa Arkanata, saat ini dalam kondisi kriris, butuh tanda tangan dari keluarga untuk penanganan lebih lanjut apakah anda bisa segera datang?"
"Saya segera kesana" setelah mengatakan itu Bintang segera berlari keluar kamar menuju kamar ibu dan papa nya dengan tergesa gesa Bintang mengedor gedor pintu kamar itu
"Ibu..Bu!" Bintang berteriak memanggul ibunya sambil terus mengedor gedor pintu kamar, Aditama yang mendengar teriakan Bintang membuka pintu kamar dan menemukan wajah panik dan pucat dari sang putra
"kenapa teriak teriak nak, ada apa kenapa kamu keliatan panik?" tanya Aditama lembut
"Pa... Lintang masuk rumah sakit, Ayah ga bisa di hubungi katanya keadaanya kritis, merela minta kita datang pa"
mendegar itu Aditama menengakan putra bungsunya lalu segera membangunkan sang istri dan memintanya bersiap ke rumah sakit. sementara Bintang terus menerus panik sambil menelphon sang ayah, memintanya untuk segera pulang, di sebrang sana Arkan berusaha menenagkan putranya meski dirinya sendiri khawatir dengan kondisi sang putra, tapi mendengar kepanikan Bintang Arkan berusaha menahan diri untuk tidak panik
"Iya, nak kamu tenang dulu ya, ajak papa sama ibu kesana, biar Lintang bisa di tanganin langsung. Lintang ga akan kenapa napa"
"Tapi katanya, keadaanya kritis Yah, Lintang kenapa kok bisa tiba tiba masuk rumah sakit"
"Sayang, Bintang samudra putra ayah, tenang dulu ya, kalau kamu panik yang ada nanti kamu sesak dan malah bikin panik papa sama ibu. sekarang kamu tenang dulu. Lintang ga akan kenapa kenapa" di sebrang sana Arkan berusaha menenagkan putranya "Percaya sama Ayah, Lintang akan baik-baik aja, lusa Ayah pulang, nanti kita jaga Lintang sama sama ya nak"
Setelah menelphon sang Ayah, Bintang bersama Ibu dan Papa nya langsung berangkat ke Rumah sakit untuk melihat keadaan Lintang. Dari hasil pemeriksaa, Dokter mengatakan bahwa Lintang menjadi korban perundungan dan keadaanya saat ini masih kritis, Lintang juga di nyatakan koma akibat benturan keras di kepalanya.
Bintang yang mendengar itu hanya terdiam, ada gejolak emosi di dalam dirinya banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Siapa yang melakukannya? Kenapa harus Lintang? dan siapa yang membuat kembarannya ini koma
sampai akhirnya Bintang menyadari satu hal, wajah, suara hingga tinggi bandannya sama dengan Lintang, hingga akhirnya Bintang memutuskan untuk Pindah ke sekolah, ketempat Lintang bersekolah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bintang Samudra Baskara
Putra Sulung keluarga Arkanata, dan menjadi putra bungsu keluarga Baskara semenjak Ibunya bercerai dengan sang ayah ketika usianya 10 tahun, kemudian sang ibu menikah dengan seorang Duda 2 anak dari Keluarga Baskara, membuat Bintang kini menjadi anak bungsu di keluarganya. punya Hobi balap Motor sejak usia 15 tahun, dan sering mengikuti balap liar secara diam - diam. setelah tertangkap basah, Ayah, Papa dan Ibunya memutuskan untuk membuat arena balap pribadi yang bisa Bintang pakai setalah menginjak usia 17 tahun.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Lintang Antariksa Arkanata
Putra bungsu keluarga Arkanata, setelah orang tuanya bercerai ketika usianya 10 tahun Lintang resmi menjadi anak tunggal. Di tambah sang Ayah memutuskan untuk tidak menikah kembali dan hanya fokus untuk merawat Lintang. memiliki hobi melukis dan membaca sehingga dibuatkan studion lukis juga perpustakaan pribadi di Rumahnya. sesekali juga di buatkan acara pameran lukis yang khusus untuk memajangkan seluruh karya Lintang.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Nathaniel Biantara Baskara
Kakak tiri Bintang, yang selalu Bintang jadikan tumbal kalau semisal ada surat panggilan dari sekolah atas ulahnya, memiliki jarak umur 10 tahun dari Bintang. paling hobi jailin Bintang dan masih ga bisa bedain Bintang dan Lintang meski udah kenal 7 tahun. paling ga suka kalaiu adik adiknya di ganggu
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Januar Dirgantara Baskara
Anak Sulung sekaligus dana daruratnya Bintang, yang paling mendukung hobi bintang, meski tau hobi adiknya salah, selalu jadi penengah kalau si tengah dan bungsu berantam. terlihat sempurna, namun kalau udah masuk dapur bikin Bintang dan Nathan siap- siap kabur atau Telphone damkar.