Awal Dari Segalanya

562 37 6
                                        

JANGAN LUPA VOTE

Bibi Mim dia seorang pelayan di rumah Nara. Bibi Mim dia sudah menikah di kampung dan dia sudah bekerja dari Nara bayi hingga sekarang.

Dan sekarang Nara telah tumbuh menjadi anak baik dan pintar.

Tapi sayangnya dia selalu merasa kesepian. Hingga pada saat bibi Mim membawa anaknya dari kampung untuk tinggal bersamanya. Bibi Mim membawa anaknya karena tidak terpantau oleh suaminya yang juga sibuk bekerja.

Dan disaat itulah Nara akhirnya memiliki teman bermain saat dirumah.

Akhirnya Nara merasa tidak kesepian karena ada teman yang menemani. Dulu sebelum ada anak bibi Mim dia selalu kesepian dan menyendiri.

Anak kecil itu berponi yang selalu mengekor di belakang bibi Mim.

Anak itu Phuwin.

Waktu pertama kali bibi Mim mengajak Phuwin ke rumah Nara, Nara baru berumur 7 tahun. Hingga sekarang Nara sudah berumur 8 tahun.

Nara anak tunggal yang sering di tinggal oleh orang tuanya untuk urusan bisnis.

Dew sibuk urusan bisnis dan Tee sibuk dengan arisan dan bisnis butiknya.

Jadi saat bibi Mim datang membawa bocah umur 5 tahun yang matanya bulat dan pipinya seperti bakpao. Nara merasa seperti menemukan harta karun.

FLASHBACK ON

"Nara, ini Phuwin. Anaknya bibi dari kampung. Nanti kalau bibi lagi sibuk Phuwin ajak main ya." kata bibi Mim saat pertama kali mengenalkan Phuwin.

Phuwin yang masih malu-malu dia berasa di sebelah bibi Mim sambil meremat ujung baju ibunya.

Nara yang dasarnya ramah dan tidak bisa diam, langsung narik tangan Phuwin.

"Ayo! Aku punya robot-robotan banyak banget di kamar." Nara

Phuwin kecil waktu itu cuma bisa mengikuti dan langkah kaki kecilnya mengikuti Nara.

Perbedaan umur tiga tahun ternyata tidak jadi penghalang sama sekali.

FLASHBACK OFF



Dalam waktu singkat rumah itu yang tadinya hanya diisi suara jam dinding itu berubah jadi lebih hidup.

Setiap hari Phuwin dan Nara duduk di kursi meja dapur sambil sarapan roti tawar pakai selai buatan bibi Mim.

Phuwin dan Nara selalu sarapan bersama dan pergi kesekolah.

Nara tidak satu sekolah dengan Phuwin karena bibi Mim tidak bisa menanggung sekolah mahal itu.

Dan saat mereka bertemu saat pulang sekolah mereka bermain bersama.

Sementara itu bibi Mim selalu sibuk dengan pekerjaanya.

"Phuwin, hari ini kita jadi benteng kerajaan ya! Sofa depan TV itu markas kita." seru Nara sambil mengangkat bantal sofa yang tingginya hampir separuh badannya.

"Tapi kak Nara, kata ibu nanti kalau bantalnya kotor, ibu yang dimarahin nyonya." sahut Phuwin.

"Tenang aja! Nanti kalau kotor, aku yang bilang ke mama kalau aku yang jatuhin. Sini bantu aku susun!" Nara

Phuwin yang pada dasarnya penurut hanya bisa mengikuti. Meskipun umurnya lebih muda, Phuwin ini dari kecil tipe anak yang pemikir dan agak hati-hati.

Sedangkan Nara itu tipe nekat dan tidak bisa diam. Bahkan kelakuan Nara membuat Bibi Mim elus dada setiap hari karena ada saja kelakuannya.

Dan suatu hari saat musim hujan, halaman belakang rumah Nara penuh sama genangan air.

Nara yang bosan main di dalam rumah langsung dapat ide cemerlang.

Dust And Diamonds Mga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon