We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

~ 3

157 33 6
                                        


Pagi itu.

Matahari baru saja naik ketika ruang tamu rumah Y/N sudah dipenuhi enam suaminya.
Suasananya berbeda.
Tidak ada candaan.
Tidak ada tawa.

Di atas meja hanya ada sebuah amplop cokelat, foto-foto, dan flashdisk yang semalam mereka tonton bersama.
Jungwon menyandarkan punggungnya ke sofa.

Jungwon: Jadi... gimana?

Jay: Menurut gue, Heeseung harus tahu.

Jake: Biar dia lihat sendiri siapa
perempuan yang selama ini dia bela.
Sunghoon: Setuju.

Sunoo: Tapi jangan lewat telepon. Takutnya dia malah nganggep kita ngarang.

Ni-ki: Ketemuan aja.

Semua mengangguk.
Jungwon langsung mengambil ponselnya.

Ia membuka kontak Heeseung.
Tanpa basa-basi, ia mengirim pesan.

Jungwon:
"Hee, kosongin waktu lo hari ini."

Beberapa detik kemudian.
Ponsel bergetar.

Heeseung:
"Kenapa?"

Jungwon mengetik cepat.
Jungwon:
"Ada sesuatu yang wajib lo lihat."

Heeseung:
"Soal Y/N?"

Jungwon:
"Lebih gede dari itu."

Beberapa saat tidak ada balasan.
Lalu...

Heeseung:
"Di mana?"

Jungwon:
"Cafe biasa. Jam 11."

Heeseung:
"Oke."

Jungwon mengunci layar ponselnya.

Jungwon: Dia mau datang.

ೀ܀⊹˙┆✽ nzyx_wiu 𝜗𝜚┆˙⊹܀ೀ

Sementara Itu...

Di rumah Karina.

Karina baru selesai berdandan.
Ia tersenyum puas melihat beberapa tas belanja yang baru datang.

Namun senyumnya perlahan hilang saat melihat Heeseung turun dari tangga dengan wajah datar.

Karina: Mau ke mana?

Heeseung: Ketemu orang.

Karina: Siapa?

Heeseung: Jungwon.

Karina langsung berdiri.
Karina: Ngapain ketemu dia?

Heeseung: Ada urusan.

Karina: Urusan apa?

Heeseung: Nggak tahu. Dia cuma bilang ada sesuatu yang harus gue lihat.

Karina langsung merasa gelisah.
Entah kenapa... firasatnya buruk.

Karina: Jangan datang.

Heeseung menatapnya heran.

Heeseung: Kenapa?

Karina: Ya... nggak usah aja.

Heeseung: Karina.

Karina: Hm?

Heeseung: Lo aneh.

Karina langsung memalingkan wajah.

Karina: Perasaan lo aja.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Heeseung mengambil kunci mobil dan keluar dari rumah.

Begitu suara mobilnya menghilang...
Karina buru-buru mengambil ponselnya.
Tangannya gemetar.
Ia mencari satu nama.
"Jeno."
Pria yang ada di foto-foto itu.
Telepon tersambung.

~ 3Stories to obsess over. Discover now