We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Petaka dalam satu waktu

19 3 2
                                        

Kehilangan itu emang berat, tapi aku yang terbiasa ditinggalkan menjadi lebih bersimpati. Padanya, seniorku, murid kesayangan sensei, Yuuta Okotsu.

Ayah menyerahkanku pada sensei sejak masih di taman kanak-kanak. Dari yang kutahu karena pekerjaannya yang berbahaya jadi dia menitipkannya pada kerabat jauh keluarga kami, Gojo Satoru.

Dia sensei yang baik, tapi bagaimanapun juga dia terlalu muda mengasuh anak. Bersyukur saja karena aku ini memang mandiri, jadi tidak terlalu ambil pusing.

Sensei itu guru altet Aikido, dia punya dojang sendiri, muridnya banyak juga apalagi dia punya gelar no1 sebagai atlet Aikido di Jepang.

Keren sih.

Aku juga banyak berlatih beladiri sama dia. Tapi buat sampe selevel dia itu mustahil.

Cuma ada momen pas aku udah 12 tahun.

Itu dia bawa anak kecil dua tahun diatasku, katanya dia mau ikut latihan.

Sensei bilang, dia bakat alami.

Yuuta.

Waktu aku lihat dia pertama kali, badannya kurus, dia rambutnya klimis banget, terus nggak ada massa otot sama sekali. Sumpah ya, bakat alami dari mana sih. Malah ngelihat keramahannya itu aku yakin buat mukul semut aja dia ga akan mampu. Wajahnya itu adem banget, bikin aku kesal karena kata-kata sensei terlalu berlebihan untuk tulang rapuh kayak dia.

Tapi ga ada alasan untukku marah atau berdebat, mungkin kalau dilatih bakal jadi lebih baik.

....

Tiga tahun di Dojang, dia secara khusus menjadi patner berlatihku atas permintaan sensei.

Sudah kubilang, meski aku tidak selevel sensei, tapi aku masih percaya diri dengan kemampuanku.

Untuk Yuuta-san, ckckck bakat alami ndasmu!

Tenaganya aja masih rata-rata. Pukulannya nggak tajem terus kadang nggak terarah. Bikin kesel malah.

Bayangin aja!

Tiga tahun latihan, tapi nggak ada perkembangan.

Waktu aku protes sama sensei, sensei malah cengengesan. Nyebelin.

Tapi ya terserah lah.

Cuma ada yang menggangguku belakangan ini sih.

Seniorku yang cuma lebih tua satu tahun dari Yuuta.

Dia itu gadis cantik yang lagi masa mekarnya kalau kata orang-orang. Dia emang cantik banget, suaranya lembut, bakat Aikidonya juga lumayan.

Namanya Rika.

Kulihat Yuuta-san sama Rika-san akhir-akhir ini menjadi begitu dekat sekali. Sangat dekat, suka bercanda di halaman depan berduaan.

Sebenarnya tidak apa, tapi itu menyebalkan untukku. Karena dia lebih sering menghabiskan waktu berduaan, akhirnya kemampuan dia yang sangat minus itu menjadi semakin buruk. Setiap kali dia dan aku berlatih yang kudapatkan tidak pernah memuaskan.

Tiga bulan lagi aku olimpiade, kalau terus terusan begini gimana aku bisa lolos?

Sekarang, melihat Yuuta-san bercengrama dengan Rika-san membuatku sakit mata.

Mereka berdua ini cuma peduli dengan dunianya saja.

Ck.

....

"Pokoknya aku mau ganti patner!"

Kataku dihadapan Sensei. Kulihat dia mengerutkan dahinya.

"Kenapa? Biasanya nggak sampe begini"

Hate You? NoStories to obsess over. Discover now