We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

askara (cahaya)

40 6 0
                                        

gemercik air terdengar menggema dalam kamar mandi mewah itu.
seseorang tengah duduk lemas di depan kloset.
ia diam,air matanya terus menerus menetes kala tubuh tak lagi bisa menopang dirinya.

namun ia berusaha untuk tetap berdiri,menahan rasa tak nyaman dalam tubuhnya yg kian bertambah lemah.

matanya tampak lelah,tangannya memegang ujung kloset dengan hati²

dia phuwin

ia membawa tubuhnya keluar dalam kamar mandi berpegangan pada tembok kokoh.
berjalan dengan perlahan,harap² ada seseorang yg menolongnya.

ia duduk di kasur lalu memijat pelipisnya pelan,tangan satunya mengambil sebuah gelas berisikan air di atas meja samping kasur yg ia duduki.

ia teguk air itu perlahan sampai tenggorokan sudah tak merasakan haus.
lalu duduk diam,matanya terpaku pada laci meja yg lama ia tak membukanya.

pikirannya berputar antara ingin membuka,atau terus menerus takut akan jawaban yg selalu sama.
11 tahun ia menikah,11 tahun ia menunggu tapi hasilnya tetap sama,tes itu selalu menunjukkan 1 garis tipis.

ia kecewa,kecewa Krn tak bisa memberikan apa yg pond inginkan sedari dlu,semakin hari ia selalu berpikir "apakah aku bisa?"namun jarak itu seakan menjauh

pond dengan kesabaran penuh selalu di sampingnya,phuwin tahu,pond selalu menginginkan anak darinya,tak jarang ia melihat pond terlihat kecewa,namun tetap berperilaku seakan ia tak apa²

phuwin membuka laci meja,mengambil beberapa tespek yg ia beli,lalu kembali masuk ke kamar mandi,ia bisa,bisa mengalahkan egonya.

beberapa menit berlalu

kali ini ia terkejut melihat tes yang berbeda,ia ambil beberapa tespek lalu mengeceknya kembali

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


kali ini ia terkejut melihat tes yang berbeda,ia ambil beberapa tespek lalu mengeceknya kembali.
hasilnya tetap sama, 2 garis merah.
ia menangis,bukan Krn sedih tapi Krn perjuangannya selama ini berakhir membuahkan hasil

"aku tidak bermimpi kan?"
"tuhan,jika ini mimpi,maka jangan bangunkan aku"

phuwin berjalan keluar,hatinya bagai terisi bunga² tubuhnya kembali sehat tak seperti sedia kala

bertepatan dengan itu pond masuk ke dalam kamar membawa sebuah kertas yang phuwin sendiri tidak tahu apa isinya.

pond mendekat ke arah phuwin
"Phu"
phuwin diam
"maaf,Krn kamu tidak bisa memberikan keturunan,ayah takut kita tak memiliki penerus,maka aku berpikir...ayo bercerai"setetes air mata pond jatuh perlahan membasahi wajah tampannya

jantung phuwin berhenti sejenak,tubuhnya bagai di sengat listrik,ia duduk lemah di atas keramik dingin, tespek yg tadi ia genggam perlahan jatuh,air matanya lolos.

baru saja hatinya merasa senang,namun kenyataannya cobaan itu kembali menghantamnya.

pond melihat phuwin yg terduduk lemas di bawah lalu matanya teralihkan pada tespek yg baru saja phuwin pegang.

Nava askara Stories to obsess over. Discover now