Oi oi oi oiii, langsung aja yaa! oh yaa, sebelum baca di vote duluw dongss🤧
-
Gerimis tipis sisa hujan malam benar-benar membuat hawa di sekitar kompleks perumahan elite Jakarta Barat terasa berkali-kali lift lebih menusuk kulit.
Di ujung lorong jalan yang sunyi melompong, sebuah bangunan berarsitektur modern industrial dengan tiga lantai berdiri kokoh dan megah.
Papan nama kuningan kecil yang tertempel di dekat pagar besi hitam legam itu menyala temaram, menegaskan identitas hunian eksklusif tersebut: House48.
Kos-an ini dihuni oleh mahasiswi dari berbagai macam fakultas yang fungsional dibagi per lantai, namun uniknya, mereka semua belum saling mengenal satu sama lain meskipun tinggal satu atap.
Malam semakin larut hingga jarum jam di koridor lantai tiga menunjuk tepat di angka sebelas malam.
Hawa dingin pasca-gerimis sisa hujan benar-benar membuat suasana kos-an elite berlantai tiga itu terasa sunyi melompong.
Kos-an mewah ini fungsional memisahkan penghuninya per lantai.
sirkel The kukus (dari salah satu mereka) (Gita, Zee, Adel, Olla, Ara Oniel) menguasai penuh lantai dua, sementara sirkel mahasiswi hits (Kathrin, Indah, Jessi, Chika, Marsha, Ashel) menguasai lantai tiga.
Kedua sirkel ini hidup berkelompok dan benar-benar saling asing alias belum mengenal satu sama lain.
Pengecualian tunggal hanyalah Chika, sang kembang kampus fungsional yang diam-diam menyembunyikan status kelam sebagai mantan kekasih Ara anak otomotif lantai dua pasca-putus beberapa bulan lalu.
Brak!
Pintu kamar 302 mendadak digebrak terbuka kasar dari dalam, merusak kesunyian lantai tiga malam itu
"Anjirlah! Ini paket baju jaring-jaring gue siapa sih yang nyomot di lobi bawah?! Iseng banget!" pekik sebuah suara cempreng, melengking tinggi, dan kelewat ceplas-ceplos
Itu suara Jessica Calandra Agustina, atau yang akrab dipanggil Jessi.
inak Hukum dari sirkel lantai tiga yang terkenal sebagai si cegil paling asbun, berisik, dan hobi bicara tanpa filter.
Jessi berdiri berkacak pinggang di lorong, berteriak kencang menantang kegelapan tangga karena paket belanjaan daringnya raib misterius dari meja lobi depan
Di dalam kamar yang sama, Chika/Yessica Tamara zynski.
yang sedang asik maskeran sembari rebahan di atas kasur langsung menyahut dengan wajah jutek andalannya.
Bibir ranumnya dipanyunkan kencang-kencang karena merasa waktu istirahatnya diganggu oleh kehebohan sang sahabat sekamar
"Gak usah teriak-teriak bisa gak, Jes? Kuping gue bisa bisa jebol nih dengerin ocehan lo dari tadi," ketus Chika malas, memalingkan wajah cantiknya kembali fokus ke arah layar HP
"Palingan itu paket lo masih nyangkut di pos satpam depan. Gak usah teriak-teriak malem-malem, bikin malu sirkel kita aja dilihat anak lantai dua."
"Sialan emang! Awas aja ya, kalau sampai paket baju gue gak ketemu, pos satpam depan gue isi kuah bakso!" gerutu Jessi ceplas-ceplos tanpa rem, langsung membanting kembali pintu kamarnya dengan grasak-grusuk yang membuat dinding pembatas lantai tiga bergetar halus
Sementara kebisingan melanda kubu kamar 302, atmosfer di kamar 301 yang berada tepat di sebelahnya justru terasa berkali-kali lipat lebih adem dan tenang. ya walau kadang kadang sangat berisik oleh si bokem.
YOU ARE READING
The Cold Stethoscope and The Rose Ribbon [GitKath]
RomanceKathrina, gadis yang baru tinggal 3bln di House48 bukanya tenang tapi dirinya dibanyakan untuk lebih sabar dan tidak buru-buru, namun....
![The Cold Stethoscope and The Rose Ribbon [GitKath]](https://img.wattpad.com/cover/414360752-64-k301581.jpg)