We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

🎬 00. TAKE ZERO

47 6 1
                                        

🎬🎬🎬

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

🎬🎬🎬

Tepuk tangan memenuhi ruang audio visual Chantara Academy.

Layar putih di depan ruangan masih menampilkan poster film pendek berjudul Jejak Hari Esok, sementara logo Bangkok Youth Short Film Festival terpampang di sudut kanan bawah.

Pak guru Arm menutup map pengumuman di tangannya.

"Selamat! Mulai hari ini, film kalian resmi menjadi wakil Chantara Academy di Bangkok Youth Short Film Festival," ucap pria yang lebih tua dengan tersenyum bangga.

Ruangan langsung pecah oleh sorak sorai.

"Kita lolos!"

"Akhirnya!"

"Empat bulan kerja keras nggak sia-sia!"

Beberapa anggota Film Production Club saling berpelukan. Ada yang mengangkat kamera ke udara, ada yang sibuk merekam momen itu dengan ponsel.

"Ending-nya masih kurang," kata seseorang bernada datar.

Ruangan yang tadinya ramai tiba-tiba hening. Semua kepala perlahan menoleh kearah Teshow yang berdiri di depan layar dengan kedua tangan menyilang di dada. Tatapannya tidak tertuju pada siapa pun. Melainkan pada poster film mereka sendiri.

"Apa?" tanya Ping yang mengedip beberapa kali.

"Ending."

"Apa yang salah dengan ending?"

"Tiga puluh tujuh detik terakhir."

Ping mengembuskan napas pelan. "Kita baru diumumkan lolos."

"Aku tahu."

"Terus?"

"Itu masih terlalu panjang."

Ruangan kembali sunyi.

Almond sebagai produser club yang sedang membuka minuman langsung menutup botolnya lagi. Ken sebagai editor hanya menghela napas panjang.

"Lima..."

"Empat..."

Java yang bertugas sebagai cameraman ikut menyambung. Sedangkan Keaton sebagai Art Director menatap mereka bingung.

"Kalian ngapain hitung mundur?"

"Tiga..."

"Dua..."

"Satu."

Dan benar saja. Ping melangkah maju.

"Teshow."

"Apa?"

"Kamu sadar nggak kita udah revisi ending itu tiga belas kali?"

"Dua belas."

"Tiga belas."

"Dua belas. Revisi terakhir cuma pindah angle."

"Itu tetap revisi."

Final Cut | TESHOWPINGStories to obsess over. Discover now