"Lev"
Panggilan itu membuat Levrick yang sedang duduk di kantin menoleh malas.
"Apaan?" jawabnya malas.
Nalio langsung duduk di sebelahnya dengan senyum yang sudah membuat Levrick curiga.
"Apaan lagi, Nal?" tanya Levrick.
"Kenapa? Takut duluan?"
Levrick mengernyitkan dahi.
"Takut apaan?"
Nalio menunjuk ke arah lapangan sekolah.
"Lo berani nggak deketin kak Aruna?"
Levrick mengikuti arah pandangan Nalio.
Aruna.
Siswi kelas 12 yang cukup dikenal di sekolah.
"Kenapa dia?" tanya Levrick.
"Dare," jawab Nalio santai.
Levrick langsung menghela napas.
"Biar apaan begitu."
Maviel menyeringai.
"Apaan? Cuma disuruh deketin orang."
"Terus?"
"Bikin dia nyaman sama lu."
Levrick tertawa kecil.
"Ribet, kayak ngga ada kerjaan aja."
Nalio menyandarkan tubuhnya ke kursi.
"Takut?"
Levrick langsung menatapnya.
"Gue, takut?" ujar Levrick diiringi tawa kecil.
"Berarti lu berani?"
Levrick diam sebentar.
Dia tahu mereka sengaja memancingnya.
"Oke,"
Nalio dan Maviel langsung bersorak kecil.
"Tapi cuma sebentar."
Maviel tersenyum puas.
"Tenang. Kita cuma mau lihat Levrick yang katanya nggak pernah kalah tantangan."
Levrick menggeleng.
Levrick awalnya mengira mendekati Aruna akan menjadi hal yang mudah.
Dia hanya perlu menyapa, mengajak ngobrol, lalu membuat Aruna nyaman.
Selesai.
----
Levrick mencoba mencari kesempatan untuk berbicara dengannya.
Dia melihat Aruna sedang berjalan menuju perpustakaan sambil membawa beberapa buku.
"Kak Aruna."
Aruna berhenti dan menoleh.
"Levrick?"
Levrick sedikit terkejut.
"Kamu tau aku?"
Aruna tersenyum kecil.
"Iya aku tahu. Kamu kan sering lewat depan kelasku."
Levrick terdiam.
"Oh."
"Kenapa? Kaget?"
"Sedikit."
Aruna tertawa kecil.
"Kamu lucu juga."
Levrick yang biasanya santai malah jadi salah tingkah sebentar.
"Aku mau bantu bawain bukunya."
YOU ARE READING
oneshoot (gen 12).
Romanceoneshoot JKT48 Generation 12. boleh request kapal ataupun bentuk cerita, jangan sungkan!
