We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

01 | Tylenol

71 9 0
                                        

"Junghwan, tolong antar ini ke meja lima yaaa," ucap Yoshi sambil menyerahkan nampan berisi dua gelas es kopi dan sepotong cheesecake.

"Oke." Junghwan mengangguk kecil, menerima nampan itu dengan hati-hati.

Suasana kafe malam itu jauh lebih ramai dibanding biasanya. Denting gelas beradu, suara mesin espresso yang tak henti bekerja, hingga obrolan para pelanggan saling bercampur menjadi satu. Di balik meja kasir, Jihoon tampak sibuk melayani antrean, sementara Jaehyuk mondar-mandir membawa pesanan ke berbagai sudut ruangan.

"Jangan sampai salah meja lagi!" teriak Yoshi dari belakang, membuat beberapa pegawai lain terkekeh.

Junghwan hanya menggeleng pelan sambil tersenyum tipis.

"Itu kan gara-gara Kak Jihoon yang salah nulis nomor mejanya."

"Ih, nyalahin aku lagi."

"Permisi, ini pesanannya." Junghwan meletakkan pesanan-pesanan tersebut satu per satu dengan hati-hati agar tak ada yang tumpah.

"Terima kasih, Mas."

"Sama-sama. Selamat menikmati." Balasnya disertai senyum tipis sebelum kembali mengangkat nampan kosong itu.

Junghwan baru saja meletakkan nampan kosong di area dapur ketika Yoshi menoleh ke arahnya.

"Udah beres?" tanyanya sambil melipat celemek yang masih dikenakannya.

Junghwan mengangguk pelan. "Iya, Kak."

Yoshi memperhatikannya beberapa detik, lalu mengernyit.

"Kamu capek, ya?"

"Hm?" Junghwan tampak bingung.

"Mukamu kelihatan pucat banget."

Junghwan menyentuh tengkuknya yang sedikit menghangat, belakangan ini dia memang merasa kurang enak badan, tapi dia terus mengabaikannya. Mungkin hanya sakit akibat kecapean, pikirnya.

"Kayaknya tidak enak badan karna efek cuaca, kak." Kilah Junghwan, punggungnya bersender ke dinding dapur.

Yoshi menghela nafas, tidak sepenuhnya percaya.

"Masa efek cuaca? Dari tadi muka kamu pucet banget, Hwan."

"Iya, kamu juga beberapa kali batuk." tambah Jaehyuk, "Pulang nanti langsung istirahat ya, jangan begadang."

Junghwan hanya mengangguk kecil, "Iya, kak."
"Udah pada makan belum?" tanya Jihoon dari balik mesin kopi yang dia bersihkan.

"Udah dong, tadi sempet nyuri kentang gorengnya Asahi." sahut Jaehyuk santai.

Asahi hanya menggeleng pelan tanpa membalas.

Jihoon lalu mengalihkan pandangannya kepada Junghwan.

"Kalo kamu, Hwan?"

Junghwan diam sepersekian detik.

"...Udah, kak."

"Bohong, aku lihat kamu belum makan apa-apa dari tadi," Yoshi menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Iya," timpal Jaehyuk. "Aku juga ga liat kamu makan apa-apa."

Junghwan terkekeh canggung lalu menyentuh tengkuknya.

"Belum sempet aja kak,"

Jihoon menghela nafas pelan.

"Kerja boleh Hwan, tapi jangan sampai lupa makan dan istirahat,"

"Iya kak Ji,"

"Yaudah cepetan kita beresin ini, aku pengen cepet pulang dan tidur," sela Yoshi, sambil menepuk kedua tangannya.

Rumah [ONGOING] | HwanbbyStories to obsess over. Discover now