We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

1. Hari Yang Biasa

3 2 0
                                        

Pukul 06.17.

Alarm berbunyi untuk ketiga kalinya.
Nina meraba nakas di samping tempat tidur tanpa membuka mata.

"..."

"Hah... HP-ku mana?"

Ia membuka sebelah mata. Beberapa detik kemudian ia menatap tangan kirinya. Ponselnya sudah ada di situ. Nina terkekeh pelan.

"Pantes."

Ia mematikan alarm, lalu bangkit dari tempat tidur. Begitu tirai dibuka, cahaya matahari langsung memenuhi apartemen kecilnya. Apartemen itu sederhana.Sebuah sofa abu-abu menghadap rak buku yang hampir penuh. Di dekat jendela ada meja makan kecil untuk dua orang. Dapurnya mungil, tapi selalu rapi. Di ujung ruangan, sebuah balkon dengan dua kursi lipat menjadi tempat favorit Nina setiap pagi.
Rumah itu tidak besar. Tapi selalu terasa tenang. Seperti pemiliknya.

---

Beberapa menit kemudian, aroma kopi mulai memenuhi dapur. Nina membawa mug putih kesayangannya ke balkon. Ia duduk. Menyeruput kopi pelan. Tidak membuka ponsel. Tidak memutar musik.
Hanya mendengarkan suara kendaraan yang mulai ramai dari kejauhan. Rutinitas lima menit itu selalu berhasil membuat kepalanya lebih ringan. Baru setelah kopinya habis, ia masuk ke dalam, mengikat rambut asal, mengambil tas kerja, lalu berangkat.

---

Pukul 07.08.

Musik berhenti.

"Break sepuluh menit."

Evan langsung menjatuhkan diri ke lantai ruang latihan.

"Napas dulu..."

Manager Han Minwoo menghampirinya sambil membawa dua botol air mineral.

"Nih."

"Thanks."

Evan langsung menghabiskan setengah botol.Manager melirik sebentar.

"Capek?"

Evan mengangguk.

"Banget."

"Masih kuat?"

Evan menatap jadwal di tangan Manager.

"Kalau aku jawab enggak..."

Manager mengangkat alis.

"...jadwal hari ini dibatalin?"

"Enggak."

Evan menghela napas panjang.

"Ya udah. Berarti masih kuat."

Manager hanya mengangguk kecil.

"Jam sepuluh rekaman."

"Iya."

"Jam satu fitting."

"Oke."

"Jam lima fansign."

Evan berhenti mengelap wajahnya.

"Fansign hari ini?"

"Iya."

"Kirain minggu depan."

Manager memasukkan jadwal ke map.

"Masih masa promosi."

"Oh..."

Evan mengangguk pelan. Entah kenapa, setiap kali ada fansign, ia selalu sedikit gugup. Bukan karena panggung. Tapi karena ia ingin mengingat orang-orang yang sudah meluangkan waktu datang untuknya.

---

Pukul 09.40.

"Nina."

Sora muncul dari balik cubicle sambil membawa segelas kopi.

The Days We SharedStories to obsess over. Discover now