06.25
Pagi hari di kediaman Adhiyaksa diawali dengan keributan dan suara teriakan yang bersahutan.
"NAJIB BANGUN! UDAH SIANG"
suara menggelegar si sulung terdengar dari arah dapur, Septian.
Suara alat-alat dapur terdengar bersahutan dan aroma harum masakan tercium keseluruh rumah, di dapur Septian sedang menyiapkan sarapan untuk adik-adiknya.
Ia tertawa kecil mendengar suara gedebug samar dari arah kamar Najib.
Septian mematikan kompor lalu menaiki tangga kearah kamar adik keduanya, Faisal.
Cklek
"Adek sayang bangun yuk" Septian masuk ke kamar Faisal melihat adiknya masih terbungkus dalam selimut. Septian menggeleng melihat adiknya tidak terganggu sedikitpun, niatnya untuk menarik selimut tertunda saat melihat di balik selimut ada 4 kaki yang terlihat.
"Lah adek sejak kapan kamu berkaki empat?"
Ada gerakan kecil dari dalam selimut, Septian mengintip penasaran. Tiba-tiba adik terakhirnya, Andika menyembul keluar dari balik selimut.
"Selamat pagi abangg, hihi" ucapnya dengan cengiran lucu.
Septian melonjak kaget lalu terkekeh melihat ekspresi lucu adik terakhirnya.
"Dedek astaga ngagetin aja kamu, kok bobo nya sama kakak?" Septian menggendong Andika perlahan agar tak membangunkan Faisal yang masih terlihat nyenyak.
"Dedek tadi malem mimpi jelek tentang kakak. Jadi dedek kesini mastiin kakak ngga papa". Septian mendengarkan Andika bercerita sambil mengusap rambutnya pelan.
"Mimpi kakak kenapa dedek?
Mata Andika berkaca-kaca, bibirnya melengkung kebawah
"Mimpi kakak berdarah banyak banget abang..hiks"
isakan kecil lolos darinya, matanya semakin memerah berkaca-kaca
Septian menepuk punggung Andika
mengusapnya pelan
"Udah-udah dedek jangan nangis, mimpi itu cuma bunga tidur. Liat kakak baik-baik aja kan?"
Andika mengusap sisa air matanya dan melirik Faisal yang masih tertidur lalu mengangguk lucu.
"Iya abangg, kakak baik-baik aja"
"Pinter, sekarang dedek turun ya, mandi terus makan sama mas di bawah, abang mau bangunin kakak dulu"
Andika mengangguk dan berlari kecil ke kamarnya di sebelah kamar Faisal.
Sementara Septian duduk di samping ranjang Faisal, menepuk bahunya pelan agar Faisal tidak terkejut.
"Adek yuk bangun, mandi dulu"
Faisal menggeliat kecil dan membuka matanya.
"Pagi abang" Faisal berucap dengan suara serak khas bangun tidurnya.
"Pagi juga adek, yuk bangun sarapan"
"Abang duluan aja, adek mau mandi dulu"
"Yaudah, abang tunggu di bawah sama yang lain ya adek"
Faisal menanggapi nya dengan anggukan lalu beranjak pergi ke kamar mandi. Setelahnya Septian melangkah keluar dari kamar Faisal, di bawah terlihat Najib sudah duduk rapih dengan setelan kuliahnya.
"Adek sama dedek mana bang"
ia bertanya karena melihat Septian yang hanya turun sendirian.
"Mau pada mandi dulu katanya, kamu makan duluan aja ngga papa Jib"
YOU ARE READING
Adhiyaksa family
FanfictionAdhiyaksa Family Kiki as Ayah Kiki Putra as Papa Amuta Tian as Abang Septian Najib as Mas Najib Faisal as Kakak/Adek Isal Andika as Dedek
