James mendongakkan kepalanya, menatap bangunan sekolah yang menjulang luas dengan beberapa gedung yang saling terhubung.
Koridornya tampak panjang, halaman sekolahnya pun begitu besar hingga membuatnya harus memutar kepala ke segala arah. Sesaat ia hanya bisa terdiam sebelum terkekeh pelan.
"Wah, gue sih bakal tersesat kalau nggak hapal tempat-tempat di sekolah ini."
Nada bicaranya terdengar setengah bercanda, tetapi ada benarnya juga. Dari ruang kelas, gedung olahraga, laboratorium, perpustakaan, hingga taman sekolah, semuanya terlihat begitu luas dan membingungkan bagi murid baru sepertinya.
James menarik napas pelan sambil melangkah menyusuri koridor sekolah. Dalam hati, ia sudah bertekad untuk tidak membuat masalah.
Kali ini ia hanya ingin menjalani hari-harinya dengan tenang, menjauh dari masalah, dan menjadi murid biasa tanpa menarik perhatian siapa pun.
Namun, niatnya seolah langsung diuji.
Bruk!
Seseorang yang berjalan tergesa-gesa dari belakang tak sengaja menabrak bahu James hingga tubuhnya sedikit terdorong ke depan. Meski jelas bukan salahnya, James hanya mengusap bahunya pelan dan tanpa ingin memperpanjang keadaan, ia menundukkan kepala sedikit.
"Maaf" Ucap james pelan sambil menundukkan sedikit kepalanya.
Ia tak ingin membuat masalah di hari pertamanya di sekolah hingga membuatnya menjadi perhatian siswa siswi lain.
Pria yang tanpa sengaja menabrak James itu langsung menghentikan langkahnya. Ia menoleh cepat, wajahnya tampak sedikit terkejut karena justru James yang lebih dulu meminta maaf.
"Harusnya gue yang minta maaf," ucapnya sambil mengusap tengkuknya dengan canggung.
"Lo nggak apa-apa?"
James mengangguk pelan.
"Nggak apa-apa"
"Cuma kesenggol dikit."
Pria itu menghela napas lega. Setelah memastikan James benar-benar baik-baik saja, pandangannya justru tidak beralih.
Ia menatap wajah James beberapa detik dengan raut penasaran, berusaha mengingat apakah mereka pernah bertemu sebelumnya.
"Gue kayaknya belum pernah lihat lo di sekolah ini."
Alisnya sedikit terangkat sebelum sebuah dugaan muncul di kepalanya.
"Lo murid baru, ya?"
James langsung mengangguk pelan
"iya, gue lagi nyari kantor guru tapi gak ketemu"
"sekolahnya besar banget"
mendengar apa yang di ucapkan james membuat pria itu tertawa pelan.
"Mau gue anterin?"
Mata James langsung berbinar. Ia mengangguk cepat secara refleks, tetapi beberapa detik kemudian gerakannya terhenti. Ekspresinya berubah sedikit canggung saat terlintas pikiran bahwa mungkin saja pria di depannya juga memiliki urusan sendiri.
"Boleh, asal ga ganggu waktu lo aja"
Tanpa ragu, ia berbalik dan mulai melangkah menyusuri koridor sekolah. James pun segera mengikuti di sampingnya.
Di tengah perjalanan menuju ruang guru, langkah mereka tiba-tiba terhenti oleh keramaian di ujung lorong. Suara bisik-bisik para murid memenuhi koridor, membentuk kerumunan yang menghalangi jalan.
James mau tak mau ikut menghentikan langkahnya.
Di tengah kerumunan itu berdiri seorang pria dan seorang siswi yang saling berhadapan. Pria itu memiliki wajah yang nyaris sempurna, tinggi, tampan hingga mudah menarik perhatian siapa pun. Namun, kesan itu langsung sirna begitu ia membuka mulut.
YOU ARE READING
ALL JAMES
FanfictionJames adalah murid baru yang dapat beasiswa dari sekolah ter populer, james pikir kehidupan sekolahnya akan tenang saja sampai ia tidak sengaja mengusik 4 lelaki populer di sekolah itu. Juhoon dikenal sebagai pria dingin yang gemar membaca buku. Waj...
