Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

01.

52 6 3
                                        

Pagi hari yang cerah, Seorang pemuda berparas cantik sedang menata poni nya, berkulit putih, bulu mata lentik, mata berwarna coklat ke emasan, bibir berwarna merah muda dan pipi yang sedikit merah akibat blush on.

'Sudah! hirmaa sudah cantik, saatnya turun laluu berangkatt sama papaa hihii'
Gumam ku.



















Haaiii ! akuu Hirmala Anindya, akuu biasanya di panggil hirma atau nindyaa, eeumm.. atau.. kalau teman teman kuu dia biasa nya memanggil ku bebek, huhh! sebenarnya aku tuu tidak suka! tapii yaudaaa dehh hihii, OH IYA! akuu suka semangkaa tauu sama mochii coklatt hihi, ituu bikin mutt naik, perkenalan dari akuu babaiii .


















'PAPAAA, HIRMAA SUDAA SELESAIII' Teriak hirma memenuhi ruangan, bubu hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya dan ayah hanya bisa menghela nafas.

"Sudah adek??"

'HUUM! SUDAAA'

Hirmala pun berangkat sekolah dengan perasaan yang happy dan sangat sangat excited, dia sudah memikirkan harus ngapain saja di sekolah dan lain lain.

Sesampai nya di sekolah, Hirmala berpamitan dengan sang papa dan masuk ke area sekolah, ia sedikit loncat kecil sehingga rambutnya tuing tuing.

Ia menyapa beberapa murid dengan perasaan happy yang menggebu gebu, Sangking happy nya-ia tak sengaja menabrak siswa tinggi, berkaca mata dan terlihat sangat cuek.

"EHH MAAFFFF...."

Hirmala meminta maaf dengan perasaan takut, ia sedikit mencuri pandang ke arah pria tersebut namun naas nya lirikan tersebut di beri dengan tatapan yang tajam.

"Lain kali hati hati."
Ucap pria tersebut, yang masih menatap hirmala dengan tatapan yang sedikit menakutkan.

"huum! maaff kan aku, em.. sebagaii ganti maaff nyaa-Aku beri kamu permen!"
Hirmala mengambil permen di kantong nya lalu memberikan kepada pria tersebut, senyum nya sangat manis dan terlihat polos.

Pria tersebut menatap ke arah permen tersebut lalu mengambilnya lalu pergi meninggalkan hirmala sendiri di lorong tersebut.

'Lucu juga.'

Melihat permennya di ambil dengan pria tersebut, Hirmala tersenyum lebar di karena kan permintaan maaf nya sudah di terima oleh pria tersebut, ia kembali ke kelas dan belajar seperti biasa.














































Bell istirahat berbunyi, Hirmala sudah siap berburu jajanan di kantin, ia mengajak temannya untuk makan bareng di kantin.

"reann. . ayoo ke kantinn barengg!"
Ucap hirmala sambil tersenyum kecil kepada sang sahabat nya.

"huh.. baiklah ayoo ayoo, kau ingin membeli apaa mala??"
Natap rean ke arah hirmala, ia berpose berpikir seolah olah ia memikir kan sesuatu yang sangatt penting padahal cuma makanan ??

"hummm... kayanyaa aku mau beli nasii goreng aja deh sama beberapa jajan gituu hehe"
Hirmala kembali menjelaskan apa saja yang ia pengen beli tak hanya menjelaskan namun ia juga bercerita kalau ia habis menabrak pria-yaa?? sisanya yapping hirmala yang sedikit tidak penting.

Rean hanya mendengarkan dengan seksama dan sekali kali membalas cerita panjangnya hirmala, terkadang tertawa, muka serius, sedikit emosi, banyak sekali ekspresi rean saat mendengar cerita hirmala.

Setelah mengantri-akhirnya mereka duduk di salah satu meja yang posisi nya di tengah tengah kantin, kantin tak terlalu ramai-Hirmala saja bingung bagaimana bisa kantin yang biasanya sangat ramai mendadak menjadi tidak terlalu ramai tapi bagus lah, ia menyukainya.

Saat menyuapkan satu sendok nasi goreng ke arah mulutnya, mata hirmala tak sengaja menangkap pria yang ia tabrak tadi, tak nunggu lama pria tersebut noleh ke arah nya lalu membuang muka.

'eh?? bukannya dia yang tadi aku tabrak iya?? apa bukan?? hmmm engga tau deh, mending makan duluu'


tbcc

Hirmala Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang