Sebatang kara. Basah kuyup. Kedinginan.
Riol tiba di Mansion Alkeinan dengan harapan keluarga Alkeinan bersedia mengadopsinya. Dia tidak mau dikirim ke panti asuhan oleh Dinas Sosial.
Di sana, Riol bertemu untuk pertama kalinya dengan anggota keluar...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Halo, semuanya! >w<)/
Jumpa lagi di karya saya. Seperti biasa kalau upload sesuatu di sini berarti sedang ada event di grup kepenulisan Nusantara Pen Circle (duh gimana cara tag sekarang ini, kenapa tidak muncul opsi akun yang akan ditag???).
Kali ini event yang diadakan bertema Penulis dan Pendampingnya. Setiap peserta diperbolehkan untuk mendaftar, baik sebagai: penulis (Writer) maupun pendamping (Buddy). Dengan syarat masing-masing. Setelah semua syarat terpenuhi, maka admin yang bertanggungjawab akan memasangkan Writer dan Buddy sesuai dengan kriteria dan harapan yang diinginkan.
Tugas peserta yang jadi Writer sudah jelas, lah ya. Nulis. Eksekusi ide-ide. Sementara tugas peserta yang jadi Buddy pada dasarnya jadi beta reader dan editor ala-ala bagi penulis.
Jadi tugas saya di event ini sebagai apa, sudah jelas lah ya (lirik pen name di gambar cover).
Seru? Seru banget. Tapi lumayan bikin keder juga.
Terus terang saya belum pernah menulis sambil ̶d̶i̶a̶w̶a̶s̶i̶ dibimbing dan diberi saran secara pribadi di setiap poinnya. Paling mentok ada notif dari admin grup untuk mengumpulkan tulisan di event-event yang lain.
Banyak terimakasih pada Amelaerliana yang sudah merepotkan diri untuk mengawasi, membimbing, dan memberi masukan pada saya.
Nah, di event ini mulai besok (tanggal 13 Juli 2026) kami para writer akan mengunggah tulisan 1 chapter per hari, hingga tamat. Karena ada batasan 15 chapter, maka terakhir unggahan seharusnya pada tanggal 27 Juli 2026. Jadi memang hanya bentuk novelette.
Mengenai tema tulisan kali ini, lagi-lagi diinspirasi oleh kisah kucing-kucing di rumah dengan berbagai penyesuaian dan bumbu-bumbu supaya makin seru.
Yah, bagi yang suka genre seperti ini, tinggal bayangkan saja setiap karakter adalah kemonomimi, manusia-manusia dengan ekor dan telinga kucing.
Bagi yang kurang suka, hmm mungkin bisa dicoba abaikan setiap kali saya menyebut tentang ekor maupun telinga warna-warni? (ehehe)
Yang manapun, semoga karya kali ini tetap bisa dinikmati.