JEJAK HUJAN YANG MENGHILANG
Bab 1 - Gadis yang Datang Bersama Hujan
Hujan turun deras ketika bus tua itu berhenti di depan gerbang SMA Bintang Harapan.
Seorang gadis berusia enam belas tahun turun sambil memeluk tas ranselnya. Rambut hitamnya yang panjang basah terkena rintik hujan. Namanya Nara.
Hari itu adalah hari pertama ia bersekolah di kota yang sama sekali asing baginya.
Ibunya baru saja meninggal tiga bulan lalu, sedangkan ayahnya bekerja di luar negeri dan jarang memberi kabar. Kini Nara tinggal bersama neneknya di sebuah rumah tua yang letaknya tidak jauh dari sekolah.
"Apa kamu baik-baik saja, Nak?" tanya satpam sekolah ketika melihat Nara berdiri memandangi halaman.
Nara tersenyum kecil.
"Iya, Pak. Saya hanya sedang melihat-lihat."
Namun sebenarnya ada sesuatu yang aneh.
Sejak turun dari bus, ia merasa seperti ada seseorang yang terus memperhatikannya.
Ia menoleh ke segala arah.
Kosong.
Bel berbunyi.
Suasana sekolah langsung ramai oleh suara tawa para siswa.
Di kelas, wali kelas memperkenalkan Nara kepada teman-teman barunya.
"Mulai hari ini, Nara akan menjadi bagian dari kelas XI-A."
Semua siswa bertepuk tangan.
Kecuali satu kursi.
Kursi paling belakang dekat jendela.
Kosong.
Seorang siswi berbisik pelan.
"Itu kursi milik Arga..."
"Katanya dia menghilang setahun yang lalu."
Nara mendengarnya, tetapi memilih diam.
Saat pelajaran berlangsung, hujan kembali turun.
Tiba-tiba terdengar suara...
Tok...
Tok...
Tok...
Semua murid tetap fokus mengerjakan soal.
Hanya Nara yang mendengar suara ketukan itu.
Ia menoleh ke arah jendela.
Di balik kaca yang dipenuhi air hujan, berdiri seorang remaja laki-laki mengenakan seragam sekolah.
Wajahnya pucat.
Matanya menatap lurus ke arah Nara.
Lalu perlahan...
Ia mengangkat telunjuknya.
Seolah meminta Nara untuk mengikutinya.
Nara berkedip.
Dalam hitungan detik, sosok itu menghilang.
"Siapa dia...?"
Bisiknya pelan.
Namun pertanyaan itu justru menjadi awal dari rahasia terbesar yang selama ini disembunyikan oleh sekolah tersebut.
Di ruang guru, kepala sekolah membuka sebuah lemari besi tua.
Di dalamnya terdapat sebuah map lusuh bertuliskan satu kalimat.
"Jangan biarkan murid baru mengetahui apa yang terjadi pada malam hujan."
ESTÁS LEYENDO
bayangan di balik hujan (End)
TerrorSejak pindah ke sekolah barunya, Nara selalu melihat seorang siswa misterius setiap kali hujan turun. Anehnya, tak seorang pun selain dirinya yang bisa melihat sosok itu. Semua bermula dari sebuah pesan tanpa nama yang mengajaknya datang ke perpusta...
