*(#1)*
selama menonton pula, pipo tetap mengatupkan kedua bibirnya, enggan mengeluarkan suara apapun itu. karena baginya, film horor yang sebenarnya adalah masa kebersamaan teersa dan san saat berada di hadapannya.
berbeda dengan pipo, teersa dan san lebih memilih berpacaran dari pada menonton, tangan yang saling menggenggam, berpelukan, dan tanpa ragu berciuman di samping pipo.
jika bisa, pipo ingin pergi dari tempatnya saat ini. tidak tau pasti kenapa teersa menyuruh pipo duduk di sampingnya, apa karena tubuhnya yang besar sehingga sedikit menutupi kelakuannya bersama san?.
tidak berhenti saat disitu juga, saat berjalan bersama pun, teersa beridi di tengah antara san dan pipo,namun, tangannya cukup merangkul bahu mungil pacar kesayangannya itu.
saat membeli es cream pun juga, pipo di perintahkan untuk memilih sepuasnya tanpa memikirkan harga, sedangkan teersa dan san memilih bersama, bagi pipo saat ini, lebih baik meminum air cabai dari pada melihat hal seperti ini, setidaknya pipo bisa berteriak.
saat bermain mesin capit juga, pipo di berikan semangkuk koin oleh teersa, namun tetap saja. pipo dibiarkan sendiri.
hingga semua itu berakhir, kini teersa dan pipo sedang menunggu san yang masih berada di toilet.
"teersa, nanti aku pulang sendiri aja" teersa sontak menoleh, menghadap pada pipo yang masih diam di tempatnya.
"kenapa?, kan brangkatnya bareng, pulangnya juga harus bareng dong" pipo tidak langsung menjawab.
"aku mau kontrol lambung" setelah pipo mengatakannya, sepasang tangan besar teersa hinggap di pundak pipo.
"gue anterin abis ini, jangan sendiri" pipo menggeleng.
"kamu anterin san aja, aku bisa sendiri"
bohong. pipo takut sendiri.
"mana bisa gitu meng, gue kan udah janji buat jagain lo terus" tolak teersa terang.
'jagain bagi kamu tuh gini yah?' batin pipo maniknya tak lepas dari teersa.
"dahulukan yang penting teersa"
hening bagi keduanya, tak ada balasan bagi teersa, kepalanya sedang sibuk memilih, antara pipo atau pacarnya.
tanpa balasan dri teersa itu membuat pipo yakin, jika dirinya memang harus mengandalkan diri sendiri, berangkat sendiri tanpa harus menunggu orang lain.
"teersa?"
masih takan ada jawaban dari teersa.
"kalo kamu diam berarti aku anggep aku berangkat sendiri, kalau begitu aku duluan, keburu dokter yang nanganin aku pulang dari rumah sakit"
pipo beranjak, tangan yang semula berada di puncaknya kini turun, melihat teersa yang tak ada niatan untuk menghentikannya, pipo semakin sadar, tidak ada lagi harapan dari orang lain untuknya.
*(#2)*
kontrol pipo berlangsung begitu lancar, kini kedua kakinya tengah sibuk untuk menelusuri lorong rumah sakit, sembari terus melangkah, pipo membuka ponselnya untuk mencari kendaraan online.
begitu fokus pada ponsel hingga tak sadar jika sudah ada seseorang yang berdiri di hadapannya, itu membuat pipo menabrak seseorang itu.
"meng"
"kok kamu kesini?, terus san gimana?"
***
saat di dalam mobil, teersa menjelaskan bagaimana dirinya bisa sampai di hadapan pipo.
"gue nyuruh san pulang sendiri sama grab, lalu sebagai gantinya, besok gue jemput san buat ngampus" pipo mengangguk mendengar penjelasan teersa.
"ngapain repot repot?, padahal kan aku bisa sendiri" ujar pipo sambil memainkan kedua jari telunjuknya yang berada di pangkuannya.
"jangan bilang kaya gitu yah meng, ada gue disini, panggil gue kalo lo butuh apa apa" tegas teersa, yang membuat dada pipo berdenyut hangat.
"kamu gak harus selalu ada, aku mau mandiri, aku udah dewasa, kamu juga udah punya pacar, lebih baik kamu lebih utamain pacar kamu, bukan aku" jelas pipo.
"enggak, pacar bisa di urusan belakang, yang penting itu lo. udah jangan bahas ini lagi, nanti malah ribut, malam ini gue nginep ke apartement lo"
"lah?, ngapain?"
"kok nanya?, biasanya kan emang nginep, bentar dulu, gue mau beli snack"
benar saja apa yang di katakan teersa, ia mampir pada salah satu indomaret di tepi jalan, lalu pergi meninggalkan pipo di dalam mobil.
YOU ARE READING
THE LAST PIECES HIDDEN CHAPER [TEETEEPOR]
Fanfictionini narasi au yang pipi tulis dari tiktok, pipi taruh sini soalnya engga muat kalo di tiktok, udah segitu dulu. #angst #teeteepor
![THE LAST PIECES HIDDEN CHAPER [TEETEEPOR]](https://img.wattpad.com/cover/413529418-64-k946710.jpg)