Mereka menyebutnya nol derajat. Titik ketika semua rasa katanya sudah direset, sudah dingin, sudah selesai. Tapi di antara detak drum Jaden, lengking gitar Mikael, dan suara Samudra yang menghidupkan tiap lirik yang mereka mainkan, Kenzaki dan Aruna...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Jagat Suara Status: ekskul band SMA. Goals: jadi band BESAR. Progress: on the way.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kenzaki Rendra Adiwangsa (Ken)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Aruna Janitra Wisesa (Aru)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Jaden Pradipta (Aden)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mikael Arya Wijaya (Mika)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Samudra Wibisana (Sam)
. . .
Vokal, gitar, drum, bass, rhythm, lima peran yang membangun Jagat Suara. Tapi di antara bassist dan rhythm guitarist, tersimpan bab yang belum benar-benar selesai: Kenzaki dan Aruna, dua orang yang pernah berbagi detak yang sama.
Alasan Kenzaki masuk Jagat Suara, bukan karena musik, tapi karena ada seseorang yang lebih dulu ada di sana. Dia belajar bass dari nol, supaya punya alasan buat duduk satu ruangan sama kak Runa.
Mereka menyebutnya nol derajat. Padahal itu hanya jeda napas di antara dua ketukan, sebelum rindu memaksa mereka berdenting serupa lagi.
. . . . .
yeay konhun lagi😋 tertarik buat ngikutin kisah Kenzaki dan Aruna?