Apa yang kau sebut cinta,
Akan kubongkar apa itu cinta sebenarnya...
Kau bilang cinta tanpa tahu arti dari kata cinta,
Padahal rasamu hanyalah rasa takut kehilangan,
Hanya rasa suka, bukan cinta,
Hanya rasa ingin memiliki, tanpa tahu bagaimana cara mempertahankannya...
Kau bangun janji manis bahkan sumpah...
Lalu kau membisu saat rasa itu mulai tergerus oleh waktu,
Kau seringkali mengucap namaku di setiap saat...
Tapi kau perlahan menghilang saat waktu semakin berjalan maju...
Cinta bukan soal kata yang kau ucapkan dengan mudah.
Ia beban yang kau pilih,
Dan sering kau tinggalkan.
Kau hanya berani di bibir.
Berani bersumpah,
Tanpa berani bertanggung jawab,
Maka yang kau dapat hanyalah perpisahan...
Kubur bagi janji yang kau ingkari.
Ada yang mencinta tanpa suara.
Tanpa menuntut untuk dimengerti,
Tanpa meminta untuk menetap,
Bahkan rela mengorbankan segalanya untukmu...
Ia rela melepaskanmu dengan tangan terbuka,
Meski hatinya terlalu sakit...
Ia tak mengerti hukum cinta ini,
Tapi hatinya sudah mengenali cinta itu lebih dulu.
Setiap detak di dalamnya pernah menyebut namamu,
Meski tak pernah kau dengar.
Itulah cinta yang sebenarnya...
Sunyi...
Sangat dalam...
Tapi begitu nyata.
YOU ARE READING
Arunika dalam kelabu
Poetry___ Ada perasaan yang terlalu berat untuk diucapkan, tetapi terlalu bising untuk sekadar dipendam. Maka... biarlah setiap sajak di dalam buku ini menjadi rumah bagi setiap tetesan air mata, kenangan, penyesalan, kesepian dan cinta yang tak pernah me...
