Menjelang tengah malam terdengar ketukan di iringin panggilan hangat yang familiar. Gerry berjalan menuju sumber suara membuka pintunya disambut dengan ukiran senyum yang mewarnai hari-hari nya.
Suaminya Jonathan sudah kembali dari kebun, ia memperhatikan wajah Gerry. "Malam dek, maaf abang pulang lebih lambat" Jonathan dengan hangat membelai kepala suami kecil nya.
"Ndak papa bang, capek ya diri mu" Jawabnya sambil mengangguk "Abang mandi dulu aja ya, sudah adek siapkan air hangat di kamar mandi" Jonathan mengiyakan dan bergegas membersihkan tubuh nya yang penuh peluh.
Sembari menunggu Jonathan membersihkan diri ia menghidupkan wewangian kesukaan sang suami.
Klek
Suara pintu kamar dibuka dengan Jonathan yang hanya terlilit handuk dipinggang nya, harum sabun batangan terendus samar. Jonathan memperhatikan setiap gerak dan langkah yang dilakukan suami kecil nya, berjalan mendekati Gerry dengan perlahan ia melingkari kedua tangan nya di pinggang ramping Gerry. Menumpukan dagu nya di pundak suami kecil nya. Lilin aroma yang Gerry nyalakan menambah hawa yang berbeda.
"Abang sudah mandi nya?" ia mengelus punggung tangan Jonathan yang memeluk sembari mengelus perut datar nya.
"Sudah dek" Ucap Jonathan pelan seraya mengecup leher Gerry singkat. Tangannya mengusap lembut dada sang suami, meremas nya dengan pelan.
Gerry pun perlahan membalikkan tubuh nya menghadap Jonathan, sorot mata mereka bertemu. Jonathan tak mengalihkan pandangan nya dari Gerry, ia mengangkat jemarinya mengelus lembut wajah Gerry.
Mendekatkan bibir nya pada telinga Gerry "Boleh dek?" bisik nya pelan. Nafas hangat Jonathan membuat bulu kuduknya merinding, ia mengangguk dengan pelan seraya menyentuh dada bidang Jonathan yang tak tertutup sehelai kain pun.
Jonathan yang diperbolehkan memulai dengan mencium leher Gerry, lidah nya bermain pelan dileher Gerry sesekali ia menggigit kecil disana. Gerry menutup mata nya menikmati sentuhan awal sang suami. "Kamu manis ya dek, abang ndak tahan pengen liat kamu keenakan" Ucap Jonathan seperti berbisik sambil tangan satunya memasuki baju Gerry, mengelus dan memainkan puting suami kecil nya.
Rintihan kecil terdengar mulut Gerry saat Jonathan mencubit puting nya dengan sengaja. "Abang sakit tau" keluh nya sambil memukul pelan pundak Jonathan. Tawa kecil Jonathan terdengar, tangan nya berhenti memainkan puting Gerry "Buka ya mau abang isep susu mu" Kata Jonathan tanpa menunggu respon Gerry langsung merobek kaos tipis yang Gerry kenakan.
Jonathan membungkuk menatap tubuh Gerry meremas kedua dada yang terasa kenyal dan lembut milik suami kecil nya. "umhh" desah yang tak tertahan keluar begitu saja dari bibir mungil Gerry saat lidah hangat Jonathan menyapu puting nya..
Gerry menggigit bibir bawah nya menikmati setiap sentuhan Jonathan, tangan nya teralih menuju penis Jonathan yang masih terbalut handuk dengan perlahan ia meraba dan meremas nya pelan. "Abang suka ndak adek mainin kontol nya" goda Gerry dengan suara lembut.
"Suka, adek udah ndak sabar abang genjot ya?" balas Jonathan sambil tersenyum kecil, tangannya beralih menggenggam meraih jemari Gerry perlahan menuntun nya menuju kasur. Gerry mengikuti arahan Jonathan dan merebahkan tubuh nya di kasur.
Jonathan menatap lekat kedua bola mata Gerry, jemari nya terangkat pelan mengusap dengan lembut bibir Gerry, yang menerima perlakuan tersebut justru merasa nafas nya tersekat.
Tatapan Jonathan turun menatap bibir merah Gerry yang tampak lebih menggoda malam ini, sedikit demi sedikit wajah keduanya semakin dekat sebelum akhirnya bibir nya menyentuh bibir Gerry ia melumat bibir bawah Gerry dengan lembut.
Gerry membuka mulut nya membiarkan Jonathan memasukkan lidah nya, hisapan yang terasa lebih intens malam ini dengan jemari Jonathan yang menyentuh leher Gerry memperdalam ciuman mereka.
Udara terasa menipis dikarenakan ciuman yang semakin dalam, Gerry memukul pelan dada telanjang Jonathan sebagai isyarat ia tak dapat menahan lagi. Pria itu melepas tautan mereka, dengan nafas yang memburu tatapan penuh nafsu keduanya terlihat jelas.
"Mau mati adek mu buat ya" protes nya sambil jemari nya mengusap bibir sendiri. "Maaf kamu bikin abang ndak tahan" balas Jonathan sambil melepaskan handuk yang melingkar di pinggang nya, terpampang jelas penis nya yang berkedut seperti sudah siap menghujami Gerry.
Gerry menahan nafas nya melihat penis suami nya walau sudah sering melihat tapi siapa yang siap kalau benda besar itu masuk!?
Tanpa berkata apapun Jonathan menurunkan celana Gerry "Eh eh abang!" panik Gerry yang sia - sia. Tubuh nya sudah telanjang bulat sekarang, Gerry langsung mengantup kedua paha nya. Sang pelaku dengan tidak berdosa nya, malah membuka laci di sebelah kasur mengeluarkan pelumas dan menaruh di atas kasur.
"Bentar ya dek jangan ngamuk" Kedua tangan Jonathan menyentuh paha Gerry dan membuka perlahan paha Gerry, ia menunduk dan mendekatkan wajah nya pada lubang Gerry menjulurkan lidah nya menjilat dengan perlahan, seraya tangan nya meremas dada kanan Gerry.
Gerry menggeliat saat merasakan rangsangan halus dari lidah Jonathan yang bermain dibagian bawah nya, jemari nya terangkat mencengkram rambut Jonathan "Abang disitu enak nghh" desah kecil Gerry menaikkan hasrat Jonathan.
Ia mengangkat wajah nya melihat Gerry yang sudah kacau "Masukin ya" ucap Jonathan lalu ia mengambil pelumas di atas kasur dan melumuri penis nya dengan cairan lengket itu.
Gerry meremas kasur dengan gugup memperhatikan gerak gerik Jonathan, penis Gerry sudah berdiri tegak dengan cairan mani nya keluar. "Pelan pelan ya" ucap si kecil dengan kaku.
"Bukannya suka yang kasar kasar hum?" goda Jonathan menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum nakal. Ia menggarahkan penis nya ke arah lubang Gerry memasuki nya dalam sekali hentakan.
"B-bang bentar.. perih" keluh Gerry saat penis Jonathan masuk dalam sekali hentakan, Jonathan dengan cepat mendekatkan wajah mereka mengecup singkat bibir Gerry. "Maaf tahan dulu ya dek" kata penenang sambil menggerakkan pinggul nya dengan pelan.
Ia menjilati leher Gerrry hingga turun pada puting Gerry menjilat dan mengigit kecil, Gerry merasakan Jonathan yang semakin cepat menggerakkan tempo nya, ia refleks memegang lengan Jonathan meremas nya kuat.
"Suka dek lubang nya abang genjot gini? adek suka kan kalau kontol abang disini" tangan Jonathan menyentuh perut Gerry menekan nya "Mentok kan dek?" kata kata nakal yang ia berikan membuat kewarasan Gerry hilang, nafsu nya sudah tidak terkendali lagi.
Kedua tangan Gerry berpindah memeluk punggung Jonathan dan menenggelamkan wajah nya di dada Jonathan. Keringat membahasi tubuh kedua nya "Abang mau keluar mau keluar" Gerry mencengkram punggung Jonathan.
"Bareng dek" Ucap Jonathan dengan nafas nya memburu menghujami Gerry dengan lebih cepat. Ia menutup mata nya menikmati jepitan hangat pada lubang suami kecil nya.
Gerry menurunkan tangan nya yang mencengkram punggung Jonathan dan berpindah mengocok penis nya sendiri. "Adek keluar... uhh" cairan peju Gerry keluar dengan banyak di atas perut nya sendiri, nafas nya tak teratur.
Saat sudah dekat dengan klimaks Jonathan dengan cepat mengeluarkan penis nya dan mengarahkan nya pada wajah Gerry, menggocok penis nya diwajah Gerry yang sudah memerah. "nghh" erangan keluar dari mulut Jonathan saat klimaks tepat diwajah Gerry. "Maaf dek kotor wajah mu jadi nya" ucap Jonathan melihat wajah Gerry.
"Ndak papa, pejumu agak manis ya hari ini" kata Gerry sambil menyentuh peju Jonathan di bibir nya.
Tbc
ESTÁS LEYENDO
Punya Lahan Sawit ( JossGawin ) 18+
RomanceMalam yang tenang, aroma lilin, dan dua hati yang saling melepas rindu.
