Musim panas menyelimuti Seoul dengan hangat.
Langit biru bersih tanpa awan menggantung tinggi di atas kota. Cahaya matahari pagi menembus jendela-jendela besar Hanseong Mental Hospital, memantulkan kilauan lembut di lantai marmer putih rumah sakit itu.
Di taman belakang, beberapa pasien duduk di bawah pohon rindang, menjalani terapi pagi dengan tenang.
Suasana terlihat damai.
Namun di tempat seperti itu, ketenangan adalah sesuatu yang mahal.
Karena di balik senyum, diam, dan tatapan kosong selalu ada luka yang tak terlihat.
Dan di rumah sakit itu, ada satu orang yang selalu menjadi penenang bagi kekacauan itu.
Dr. Lalisa Manoban.
Pria berusia dua puluh sembilan tahun.
Seorang dokter spesialis kejiwaan dengan reputasi luar biasa.
Tinggi, tubuh tegap, bahu lebar, wajah tampan dengan garis tegas yang sempurna. Matanya tajam, dingin, namun entah kenapa selalu membawa rasa aman bagi siapa pun yang menatapnya.
Banyak orang berkata jika kesempurnaan memiliki wujud,
maka wujud itu adalah Lalisa Manoban.
Lisa berasal dari keluarga terpandang di Seoul.
Ia anak tunggal dari pasangan Marco Manoban dan Nara Manoban.
Keluarga Manoban dikenal luas lewat kerajaan bisnis mereka, Manoban Group, salah satu perusahaan terbesar di Korea.
Sejak kecil, semua orang mengira Lisa akan menjadi pewaris utama.
Namun Lisa memilih jalan berbeda.
Ia memilih menjadi dokter.
Memilih memahami sisi gelap manusia daripada angka dan saham.
Dan keputusan itu sempat membuat Marco kecewa.
Untungnya, ada seseorang yang mengisi posisi Lisa di perusahaan.
Kim Jisoo.
Sepupu Lisa dari pihak ibunya.
Pria itu memiliki darah Korea penuh, cerdas, tenang, dan sangat tajam dalam bisnis. Di usianya yang tak jauh berbeda dengan Lisa, Jisoo sudah menjadi tangan kanan Marco di Manoban Group.
Mereka dekat seperti saudara kandung.
Satu menguasai dunia bisnis.
Satu menyelamatkan jiwa manusia.
Pagi itu langkah kaki Lisa terdengar stabil di koridor rumah sakit.
Jas putihnya tergantung rapi di bahu.
Semua orang yang melihatnya menunduk hormat.
"Selamat pagi, Dokter Manoban."
Lisa mengangguk kecil.
Seperti biasa.
Singkat.
Dingin.
Ia masuk ke ruang kerjanya belum sempat duduk, pintu terbuka.
Seorang wanita masuk sambil membawa tablet.
"Jadwal hari ini cukup padat, Dok."
Lisa mengangkat mata Itu Joy.
Perawat senior yang sudah satu tahun terakhir menjadi asistennya.
Joy adalah satu-satunya orang di rumah sakit yang cukup berani bicara santai pada Lisa.
"Tiga sesi terapi, satu evaluasi pasien rawat inap, dan rapat dengan Direktur Rose jam sepuluh."
Lisa menerima tablet itu.
"Hm."
Joy menyandarkan tubuh ke meja sambil menatapnya.
"Kau tahu? Pasien wanita di lantai dua bilang kau terlalu tampan untuk jadi dokter kejiwaan."
Lisa tetap membaca "Itu bukan informasi penting."
Joy mendengus "Kau benar-benar membosankan."
Lisa menutup file "Itulah kenapa aku masih waras."
Joy tertawa kecil.
Di saat yang sama ponsel Lisa bergetar.
Nama di layar muncul Jisoo.
Lisa mengangkat panggilan.
"Ada apa?"
Suara Jisoo terdengar santai dari seberang.
"Uncle Marco mencarimu sejak pagi. Dia marah karena kau melewatkan makan malam keluarga lagi."
Lisa menghela napas "Aku sibuk."
"Kau selalu sibuk."
"Aku dokter." Ucap Lisa
"Dan aku budak korporat."
Lisa tersenyum tipis.
Jarang.
Sangat jarang.
Joy yang melihat itu langsung membelalakkan mata "Wah Dokter bisa tersenyum juga rupanya."
Lisa mematikan panggilan dan menatap Joy datar.
"Keluar."
Joy tertawa sambil berjalan keluar.
Namun sebelum pintu tertutup suara interkom rumah sakit terdengar.
"Dr. Manoban, Direktur Rose Park meminta Anda ke ruangannya sekarang."
Lisa mengernyit.
Rapat jam sepuluh dipercepat.
Entah kenapa ada firasat aneh di dadanya.
Dan tanpa ia tahu panggilan itu akan menjadi awal dari seseorang yang mengubah seluruh hidupnya.
Chapter berikutnya bisa masuk ke pertemuan Lisa dengan Rose Park, sebelum Jennie resmi muncul.
Vote dan komen 🤗
Jangan lupa follow juga jangan jadi pembaca gelap..
Seperti biasa ebook nya udah ready dan yang minat bisa ambil no di bio oke ..
Dan seperti biasanya lagi jika ada cerita baru pasti akan ada promo dengan 100k bisa dapat seluruh judul ebook author..
