We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

HILANG

4 2 1
                                        

"Andai kamu tau Angga, aku cuma punya kamu dan cuma kamu yang membuatku aman seperti rumah" ucapnya lirih setelah membaca pesan itu di pagi hari

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Andai kamu tau Angga, aku cuma punya kamu dan cuma kamu yang membuatku aman seperti rumah" ucapnya lirih setelah membaca pesan itu di pagi hari.

-Di dunia yang fana ini, mengharapkan manusia untuk selalu singgah adalah hal bodoh yang sering di lakukan manusia.-

Siapa yang tidak tau tentang kisah 2 insan yang membuat semua orang iri? Kisah Avana dan Angga. Seluruh penduduk Surabaya juga tau tentang kisah tulus kita, tentang cinta indah kita, dan tentang kita yang saling memiliki.

"Eh, Avana. Mana Angga? Tumben ke kampus sendirian" dia Lukas. Teman dekat Angga sekaligus orang yang pernah menaruh rasa pada Avana. Tapi ternyata Avana lebih memilih Angga, hahaha goblok.

Avana tersenyum simpul, "aku juga enggak tau Angga dimana, hilang kabar dia dari kemarin." Ahahaha.. bukan hilang kabar emang saling blokir ajah. Lantas Lukas mengangguk pada jawaban Avana. "Ternyata dia masih sama seperti gadis yang dulu aku sukai" batin Lukas.

Mata hazel khas milik Avana. Rambut bergelombang murni tanpa catok, segala hal yang ada pada Avana adalah sempurna bagi Lukas.

"Lukas, aku izin duluan ya mau revisi skripsi" pamit Avana sebelum pergi begitu saja. Masih sama ya? Gadis yang sopan dan lembut.

-Sekali lagi izinkan aku jatuh cinta padamu ya
untuk terakhir kalinya.-

Setelah punggung Avana sudah benar-benar menghilang dari pandangan Lukas. Pria itu memutuskan untuk berbalik badan berjalan menuju kantin kampus yang terpisah dengan gedung utama kampus. Ada nasi goreng Bu inuk yang sangat lezat, kesukaan Lukas.

"Bu, kayak biasa ya!" Hahaha, kedengarannya kayak pelanggan tetap warung itu.

"Siap le!"

Sesudah memesan Lukas mengambil posisi meja makan di luar ruangan kantin, biar bisa menikmati POD yang dia bawa. "The best emang liquid rasa blueberry ini! -eh."

"Woi bro! Sudah gua tebak Lo ada disini!" Itu sorakan dari Leo. Teman Lukas sejak duduk di kursi SMP tapi Lukas bukan salfok sama Leo melainkan orang yang sedang dia gandeng di sebelahnya. "Akhirnya ketemu sama Lo! Nih adikmu nyariin" gadis kecil ingusan itu yang bikin Lukas salfok.

"Loh kok bisa sama elo?" Tanya Lukas heran.

Leo duduk di hadapan Lukas bersama adiknya di kursi sebelah. "Weh liquid baru ya bro!" Sebelum sempat Leo ambil liquid itu, Lukas sudah menyambarnya lagi. "Jawab gua dulu bego! Kebiasaan lu!"

"Hehehe sorry" Leo menggaruk tengkuknya "tadi kan gua mau masuk tuh ke dalam, posisi gua masih di gerbang depan. Tiba-tiba Tania manggil gua kencang banget sambil lari sendirian lagi. Terus gua tanya 'ngapain kamu kesini' katanya dia pingin ketemu sama elo! Jadi gua bawa kedalam toh Lo bilang hari ini ke kampus. Terus gua ngelihat Lo disini dari bawah jadi gua bawa deh Tania ke kantin ini. Awalnya gua mau ajak masuk ke gedung utama, karna gua kiro Lo lagi revisi skripsi." Jelas Leo.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 03 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cinta Palsu.Stories to obsess over. Discover now