We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

1

30K 101 3
                                        

WARNING‼️‼️‼️🔞🔞🔞

Genap sebulan sudah Jero menetap di rumah barunya. Sejak maminya menikah dengan seorang pengusaha kaya, ia harus beradaptasi dengan kehadiran anggota keluarga baru, termasuk adik tiri perempuan yang usianya terpaut dua tahun di bawahnya.

Pandangan Jero sulit beralih sejak pertama kali ia melihat Aletta. Wanita itu seakan punya pesona yang sulit diabaikan, kulitnya putih dan wajahnya yang imut nampak begitu kontras dengan aura seksi yang ia pancarkan. Meski Jero tahu perasaan itu salah, mengingat status Aletta kini sebagai adik tirinya, ia tetap kesulitan menepis rasa kagum tersebut.

Sejak saat itu, hari-hari Jero di rumah mewah tersebut terasa seperti berjalan di atas tali tipis. Setiap kali mereka berpapasan di ruang makan atau koridor rumah, Jero harus berjuang keras menjaga ekspresi wajahnya agar tetap datar, seolah-olah ia hanya melihat Aletta sebagai seorang adik.

Namun, mengabaikan kehadiran Aletta ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Suatu sore, langkah Jero terhenti seketika saat ia mencapai pintu kaca besar yang menghadap ke area kolam renang. Di sana, di bawah semburat cahaya sore yang keemasan, Aletta sedang duduk santai di pinggir kolam.

Gadis itu mengenakan crop top putih berbahan rajut halus, potongan dadanya begitu rendah sampai memperlihatkan belahan payudaranya yang sintal dengan detail renda yang mengitarinya hingga tali yang tersampir di kedua disi bahunya. Sebuah pita besar terikat manis di bagian dada, menambah kesan imut sekaligus seksi. Atasan itu ia padukan dengan hot pants denim yang memperlihatkan paha hingga kaki jenjangnya yang putih bersih.

"Fuck!" Jero menelan ludah. Pemandangan itu seolah mengonfirmasi apa yang selalu ia coba abaikan. Aletta memiliki pesona yang berbahaya bagi ketenangan batin dan hasratnya. Perpaduan antara wajah polos Aletta dan pakaiannya yang sedikit berani menciptakan kontras yang membuat nafas Jero terasa berat.

Aletta yang menyadari kehadiran kakaknya kemudian menoleh, memberikan senyuman manis yang membuat debar jantung Jero semakin tak karuan.

"Kak Jero? Kok bengong di situ?" sapa Aletta dengan nada suara yang terdengar begitu lugu.

Sial..

Jero berdeham, berusaha menenangkan diri. "Ah, ngga. Gue cuma mau ambil minum.." jawabnya singkat, sambil melangkah cepat menuju dapur.

Di dalam hatinya, Jero terus merutuk. Ia tahu, semakin ia berusaha denial, justru sosok Aletta semakin memenuhi pikirannya bahkan mengganggu ketenangan 'a dick-nya'. Ia harus segera menemukan cara untuk mengendalikan perasaan ini sebelum segalanya menjadi semakin rumit dalam keluarga baru mereka.

**

Suatu malam.. hujan deras mengguyur kota jakarta.

Tapi salah satu mahluk di bumi sibuk mencari kenikmatan duniawi di tengah dinginnya udara.

"Ahh.. aahh.. aahhh.."

Disaat yang lain kedinginan atau bahkan kehujanan, Aletta malah kepanasan sendiri karena saat ini ia sedang membaca au bokep kampung di laman Ao3.

"Ihh ceritanya nyangein banget.." gerutunya sambil meraba-raba memeknya dari luar celana dalam. Basah. Celana dalamnya langsung basah hanya karena membaca cerita dewasa itu.

"Tuh kan.. memek aku basah.. uuhh pengen disentuh.." dua jarinya, jari telunjuk dan tengah bergerak memberi usakan yang ritmis, menciptakan gelenyar gelenyar nikmat yang mulai menjalar ke seluruh tubuh. Gerakan jemarinya makin tak sabar, makin di percepat seakan ingin mengejar sesuatu.

"Hnghh.. pengenhh dikucekinhh ihh memeknyahh.. hngh.." tangannya yang satu, yang lagi menggenggam handphone semakin mengencang seiring dengan ritem usakan jemarinya pada memeknya sendiri.

- maniacStories to obsess over. Discover now