We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

01 🥞

172 36 24
                                        

Kring!

Lonceng di atas menggema pelan menandakan pintu restoran didorong oleh pelanggan yang datang silih berganti

"Datang kembali lain Nona, Tuan" Ucap Wanita paruh baya setelah mengembalikan uang kembalian dari pelanggan

Telpon berdering tak lama setelahnya, si Bunda langsung mencatatnya dengan cepat, menu yang dipesan, alamat serta batas waktu pengantaran

"Dua jjangmyeon bersama lauk pendamping lengkap, satu jjampong.. baik, akan kami antarkan dalam waktu sepuluh menit" Ulang Bunda membacakan menu

Catatan kecil pesanan ditempel segera oleh Bunda pada bagian dinding pembatas agar Ayah dapat dengan mudah membacanya. Suara minyak panas berdesis ketika saus kedelai hitam mulai ditumis, aroma harum bawang bombai yang menyatu memenuhi ruangan hingga ke meja pelanggan di depan sana

Dua orang pelayan mondar mandir membawa namlan berisi mangkuk-mangkuk hangat yang sedikit meniupkan uap ke udara

"Permisi, kami minta dua botol soju"

"Di sini minta tambahan lauk.." Terdengar dari beberapa meja pelanggan memanggil meminta tambahan

Beberapa kipas yang tertempel di sisi dinding berderit, terus berputar tanpa henti meniupkan angin tipis. Memang tak cukup mampu mengusir hawa panas dapur tapi para pelanggan tetap bertahan menikmati makan siang mereka karena sudah terlalu hafal cita rasa semangkuk Jjangmyeon buatan keluarga ini

Di sisi lain, sebuah motor baru saja berhenti di halaman. Tanpa sempat melepaskan helm nya, pemuda tinggi itu langsung masuk ke restoran

"Ayah, ini pesanannya.." Ucap Taesan meletakkan kantung plastik di atas meja dapur sesudah menaikkan kaca helm nya

Plak!

Sebuah pukulan tak terlalu keras menghadiahi kepalanya yang terlindung helm

Taesan pun segera melepas pelindung kepalanya karena itu, helaian surainya hitam legamnya terlihat lembab. Si pelaku yang memukul kepalanya tadi kini sudah sibuk memperhatikan Ayah lebih dekat

"Unak-aa, kau bantu Bunda di depan" Ujar Ayah setelah si bungsu berada terlalu dekat, hawa panas wajan memang sudah menyapu wajah Woonhak

Ya sebenarnya itu tak sebanding daripada tatapan Taesan sekarang

"Kelasku selesai lebih cepat, aku bisa mengantarkan Ayah"

"Halah, punya SIM saja tidak. Pengantarannya jauh" Sambar Taesan segera membantu Ayah untuk memindahkan Jjangmyeon yang telah matang

Matahari siang perlahan tergantikan oleh cahaya jingga. Taesan baru kembali mengantar sekitar sepuluh mangkuk bolak balik, mengantarnya hingga depan rumah maupun unit apart pelanggan




🍁

Di sore yang sama seorang pemuda manis, salah satu budak korporat tapi setidaknya ada yang namanya akhir pekan sehingga dipergunakan untuk menyenangkan diri setelah fokus berkerja ataupun sekedar tidur untuk memulihkan tenaga meski pagi nya tetap tak melunturkan rasa mengeluh

Jaehyun sendiri lebih condong meluangkan waktu untuk sekedar berjalan di sekitar gang kedai kopi sehingga aroma kopinya cukup terhirup oleh orang-orang yang lewat

Hanya rutinitas kecil untuk dirinya ntah itu menghabiskan beberapa jam untuk membaca novel ataupun komik

Di usia yang mengijak dua puluhan akhir ini, sebenarnya tak ada rasa kejutan. Jika kerja ya setelahnya langsung kembali ke Apart nya, kalaupun berbelanja ya setidaknya hanya beli satu dua potong baju

Selalu ada helaan nafas lega setelah bekerja seharian karena mau bagaimana pun ya hidup berjalan, kebutuhan juga tunggi yang perlu dilakukan yakni bekerja lebih keras lagi. Yang menguatkan diri tentu saat gajian, membeli beberapa helai pakaian lalu menatap langit-langit kamar.. melegakan sekali

Jaehyun sedikit berdesah kecewa sedikit karena pakaiannya basah oleh tetesan air hujan yang baru saja tiba. Beginilah sudah, ia pun lupa membawa payung!

Segera berlarian kecil ke arah supermarket terdekat. Tepat saat pintu minimarket terdengar dan pandangannya dari jatuh ke keranjang stok payung sudah lenyap karena yang terakhir baru saja dibawa seorang gadis ke arah kasir

Jaehyun kembali mengela nafas, surainya yang sedari pagi tertata rapi sudah berantakan dan sudah basah. Menunggu hujan sedikit mereda, Myung pun mengambil semangkuk mie kuah yang segar

Langsung dinikmati di minimarket, terdapat beberapa orang juga yang dihadapkan kenyataan yang sama dengannya

Lov3 || DdingdongzStories to obsess over. Discover now